Cerita Dewasa Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina – 2

Kategori : Cerita Dewasa Setengah Baya
Dewasa17tahun.com | Cerita Dewasa Setengah Baya Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 2 - Cerita Dewasa berikut ini mengisahkan cerita setengah baya yang berjudul Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 2. Silahkan anda baca cerita dewasa setengah baya berikut.

Dari bagian 1


Kudorong degan kuat dan peniskupun meluncur dengan mulus di lorongvaginanya. Meskipun memakai kondom, namun desakan dan gesekan dindingvagianya masih dapat kurasakan.

"Tin.. Ouhh nikmat Tin.." aku mendesis.
"Kamu tidak mau dikasih enak dari dulu," ia menjawab dengan napas memburu. Mukanya kelihatan memerah dadu.

Aku merasa bahwa ronde ini akan berlangsung dengan cepat, makakubisikkan lagi untuk memastikan supaya ia juga bermain dengan cepat.

"Kita main cepat Tin. Rasanya aku sudah tak tahan lagi". Tinamenganggukan kepalanya. "Aku akan mengimbangimu. Akupun rasanya inginsegera menikmati ledakan kenikmatan itu".

Aku segera menggenjotnya dengan tempo sedang dan semakin lama semakin cepat. Ia mengimbanginya dengan menggerakkan pinggulnya.

Sementara itu mulut kami saling berpagut dan melumat sampaimenibulkan bunyi kecipak yang cukup keras. Kadang juga kusedotputingnya dengan keras dan ia menggelitik lubang telingaku denganlidahnya. Ketika ia menjilati putingku, kubalas sama denganperlakuannya tadi padaku. Kugelitikin lubang telinganya dan kuhembuskannapasku yang memburu di sana.

Gairah kami semakin memuncak dan gerakan kami semakin cepat danliar. Aku tak mau menahan lebih lama lagi. Ketika kulihat mulut Tinaterbuka seperti mulut ikan yang kekurangan air akupun tahu sebentarlagi ia juga akan sampai ke puncak.

"Hah.. Hh.. Hh.. Huuhh.. Ouhh Tina nikmat sekali milikmu," kataku terengah-engah.
"To.. Ayo lebih cepat lagi To.."

Genjotan demi genjotan, desah napas yang semakin memburu bercampurdengan keringat yang menitik akhirnya membawaku untuk segera mencapaipuncak kenikmatan. Erangan kami saling bersahutan memenuhi seluruhsudut kamar.

"Tina.. Tin.. Ahhk sekarang.."
"Ouhhkk To.. Lakukan.. Ayo tekan sekuatnya"

Kepalanya mendongak dan tangannya meremas rambutku. Kupelukpinggangnya dan kuangkat ketika aku dengan cepat menghentakkan seranganterakhirku.

"Akhh.. Yeahh.. Arrghkk.. Ouhh".

Ia melenguh panjang ketika lahar kepuasanku menyemprot keluar.Dinding vaginanya berdenyut menyedot penisku. Matanya terpejam danremasan tangannya pada rambutku semakin kuat.

Aku terkapar lemas di atas tubuhnya dengan tubuh basah olehkeringat dan napas yang seakan-akan mau putus. Ketika penisku akankutarik ia menahan pinggangku dan memberikan sebuah denyutan kuat divaginanya. Aku kembali tersentak dan mengejang merasakan remasandinding vaginanya.

Setelah membersihkan diri kami berbaring dan rasanya badanku lelahsekali setelah menyelesaikan ronde ini. Kukatakan padanya, "Sorry Tin,rasanya aku capek sekali. Aku mau tidur dulu sebentar untuk memulihkantenagaku. Bukankan nanti masih ada babak berikutnya?"

Ia mencubit pinggangku dan aku mulai memejamkan mata. Kurasakan tangan Tina memeluk dan mengusap pinggangku.

Kurang lebih sejam kami tertidur. Aku bangun dan merasakan badankumulai segar kembali. Kulihat Tina masih memejamkan mata dengan tarikannapas teratur. Kuberikan usapan dengan ujung jariku mulai dari tengkukhingga belahan pantatnya. Tina tersadar dan menggeliat.

"Uppss.. Mulai nakal ya. Sekali dikasih maunya nambah terus. Kenapa sih dari dulu nggak mau?"
"Aku nggak siap mental waktu itu?" kataku."Dulupun kalau kitabercinta dengan memakai sarung karet pengaman tentu saja aku mau.Buktinya suamimu sekarang terjebak dalam permainanmu," kataku lagidalam hati.

Ujung jariku masih melakukan gerakan memutar di punggungnya. Iamembalas dengan melakukan sentuhan ringan di pinggangku dan turun kebuah zakarku. Penisku perlahan mulai mengeras seiring dengan naiknyagairahku.

Aku bergerak sehingga posisi dadanya sekarang di depan mulutku.Putingnya yang kecil berwarna coklat kemerahan digesekkannya di ujunghidungku dan segera kutangkap dengan bibirku. Mulutku bergerak ke bawahperutnya, ia membuka pahanya agar memudahkan aksiku. Aku menggesekkanhidungku ke bibir vaginanya.

"Lakukan To.. Teruskan. Ahkk!!" Ia menghentakkan kepalanya dengan keras ke atas bantal meluapkan kekecewaannya.
"Belum Tin.. Nanti pasti kulakukan".

Aku belum ingin melakukannya sekarang, hanya sekedar memberikanfantasi dan membuatnya penasaran. Kepalaku kembali bergerak ke atas danmenciumi sekujur dadanya. Tangannya berada di atas kepala sambilmeremas ujung bantal.

Kami berguling sedikit dan sebentar kemudian ia sudah berada diatasku. Bibirnya dengan lincah menyusuri wajah, bibir, leher dandadakuku. Tina mendorong lidahnya jauh ke dalam mulutku, kemudianmenggelitik dan memilin lidahku. Kubiarkan Tina yang mengambil kendalipenyerangan. Sesekali lidahku membalas mendorong lidahnya. Kujepitputingnya dengan jariku sampai kelihatan menonjol kemudian kukulum dankujilati dengan lembut.

"Auhh, Ayolah Anto.. Teruskan.. Lagi," ia merintih pelan.

Kemaluanku mulai menegang dan mengeras. Kukulum payudaranyasemuanya masuk ke dalam mulutku, kuhisap dengan kuat, dan putingnyakumainkan dengan lidahku. Napas kami memburu dengan cepat dan badankami mulai hangat oleh darah yang mengalir deras.

"Ayo puaskan aku sayang.. Ahh.. Auuh!" Tina mendesis ketika ciumanku berpindah turun ke leher dan daun telinganya.

Tangan kiriku mulai menjalar di pangkal pahanya, kumasukkan jaritengahku ke belahan di celah selangkangannya dan kugesek-gesekkan kebagian atas depan vaginanya.

"Ahh.. Kamu pandai sekali".

Sementara itu tangan kananku meremas buah dadanya dengan lembut.Tangannya membalas dengan memegang, meremas dan mengocok penisku.Dengan liar kuciumi seluruh bagian tubuhnya yang dapat kujangkau denganbibirku. Beberapa saat kemudian penisku mengeras maksimal. Kepalanyamemerah dan berdenyut-denyut.

Jari tengah kiriku kugerakkan lebih cepat dan tubuhnya kemudianberputar-putar menahan rasa nikmat. Pinggulnya naik danbergoyang-goyang. Kupelintir puting payudara kirinya dan dan mulutkumenjilati puting kanannya. Sementara itu jari kiriku tetap mengocoklubang vaginanya. Semakin cepat kocokanku, semakin cepat dan liargerakan pinggulnya.

Kepalaku bergerak turun perlahan sampai di selangkangannya dansegera mengambil alih pekerjaan jariku. Kubuka bibir vaginanya denganjariku dan dinding vaginanya yang mulai basah oleh lendir agak kentaldan lengket segera kujilati. Bibir vaginanya kugaruk dengan kumisku. Iamenggelinjang tidak karuan.

"To.. Anto.. Aku juga mau merasakan penismu,"

Aku bergerak memutar sehingga penisku berada di depan mulutnya. Iakemudian mengecup kepala penisku. Lidahnya membelah masuk ke lubangkencingku. Aku merasakan sensasi kenikmatan yang tidak terkira dansecara refleks aku mengencangkan otot kemaluanku. Buah zakar yangmenggantung di bawahnya kemudian diisapnya dan dijilatinya sampai titikKundaliniku. Aku hanya menahan napasku setiap ia menjilati titiksensitif ini. Kami seakan berlomba untuk memberikan rangsangan padaalat kelamin.

Kami bergantian menikmatinya. Ketika ia mengulum, mengisap danmenjilat penisku aku menghentikan aksi lidahku dan menikmatinyademikian juga sebaliknya ketika klitorisnya kujilat dan kutekan denganlidahku ia berdesis keras menahan rasa nikmat. Tangannya kadang menekankepalaku dengan keras ke selangkangannya.

"Putar To. Berguling, aku ingin di atas," pintanya dengan manja.

Aku berguling dan kembali kami melanjutkan aktivitas kami. Kinimulutnya dengan leluasa beraksi di penis dan area sekitar pangkalpahaku. Penisku sudah mulai terasa ngilu menahan sedotan mulutnya yangsangat kuat.

"Tina, ayo kita masuk dalam permainan berikutnya.."

Kembali kuambil kondom dan Tina membantu tanganku memasang denganbaik pada penisku yang sudah berdiri keras. Dengan gerakan perlahanTina berjongkok di atas selangkanganku dan mulai menurunkan pantatnya.Sebentar kemudian dengan mudah aku sudah menembus guanya yang hangatdan lembab. Kembali kurasakan sempitnya alur vaginanya.

Pinggulnya bergerak naik turun dan aku mengimbanginya denganmemutar pinggul dan menaik turunkan pantat. Kakinya menjepit pahaku dankadang dikangkangkan lebar-lebar. Kuciumi bahu dan dadanya. Beberapakali kugigit sampai meninggalkan bekas kemerahan. Tangannya menekandadaku sekaligus menahan berat badannya. Gerakan pinggulnya berubahmenjadi berputar cepat dan semakin cepat lagi. Tak lama kemudian iamerebahkan tubuhnya merapat di atasku dan mulai menghujaniku denganciuman dan gigitan. Kini dadaku yang berbekas kemerahan di beberapatempat.

Aku mengambil posisi duduk dan kubalikkan tubuhnya ke arahberlawanan dengan arah kepalaku tadi. Kini aku berada di atasnya.Jepitan dan sempitnya vagina membuatku kadang melambatkan tempo danberdiam untuk lebih rileks. Namun ketika aku diam jepitan dindingvaginanya ditingkatkan sehingga aku tetap saja didera oleh rasa nikmatluar biasa.

Kucabut penisku dan kubalikkan tubuhnya.

"Sekarang doggy Tin," bisikku.

Ia mengerti maksudku. Segera ia menaikkan pantatnya yang bulat danmasih kencang. Kuposisikan diriku di belakang pantatnya dengan berdiripada lututku. Diraihnya penisku dan segera diarahkan untuk masuk kedalam vaginanya kembali. Kuterjang vaginanya dengan gerakan lembut.Tanganku memegang pantatnya dan membantu menggerakkan pantatnya majumundur.

Ia mulai menggelinjang dan mengejang tertahan, kedua tangannyamencengkeram dan meremas sprei. Kepalanya ditekankan ke atas bantal.

"Ouhh.. Sudah To.. Aku tak kuat.." ia merintih ketika pantatkukugerakkan kebelakang sampai penisku hampir terlepas dan kumajukandengan cepat. Kuulangi beberapa kali lagi dan iapun menekankankepalanya miring di atas bantal.

"To.. Kita kembali posisi.. Kita.. Aku.." ia menjerit dengankata-kata yang tidak jelas. Ia menginginkanku kembali dalam posisikonvensional.

Kembali kucabut penisku dan segera kurebahkan kembali dalam posisikonvensional. Aku merasa ia ingin segera mengakhiri babak kedua ini.Vaginanya kugenjot semakin cepat dan kuangkat kaki kirinya danmelipatnya sampai lututnya menempel di perutnya. Aku setengah berdiridi atas lututku. Dengan satu kaki terangkat dan satu lagidikangkangkannya lebar-lebar ia semakin meracau tidak jelas, "Ouahh..Hhuuhh!".

Dinding vaginanya mulai berdenyut dan akupun sudah mencapai titikideal untuk mencapai garis finish. Kakinya yang tadi kulipatkukembalikan lagi dan segera kedua pahanya menjepit pinggangku.

"Sekarang Tina.. Uuughh," aku menggeram keras.

Pinggulnya naik menjemput kejantananku. Kutekankan kejantananku dalam-dalam di vaginanya.

"Ouhh Anto.. Aaiihh!" iapun memekik kecil.

Jepitan kakinya semakin ketat dan denyutan di vaginanya terasameremas penisku. Ditekannya pantatku ke bawah dengan betisnya. Setelahbeberapa saat kami sama-sama terkulai lemas

Udara sejuk dari AC sangat membantu kami untuk beristirahat danmemulihkan tenaga. Tina masih mengusap dan mempermainkan bulu dadaku.Ia berbaring miring di sebelahku dengan sebelah kakinya ditumpangkan diatas kakiku. Kupeluk tubuhnya dan kuusap-usap dengan lembut."Aku masihingin bersamamu sekali lagi untuk berbagi kenikmatan," katanya sambilmengecup lenganku.

Setelah beberapa saat kemudian, maka napas dan detak jantungkamipun kembali normal dan kami tidur berpelukan. Ketika kulihat keluardari lubang ventilasi di atas pintu langit sudah tampak gelap. KuajakTina untuk makan malam. Kami keluar dari hotel dan makan di rumah makanterdekat. Aku memesan sate yang dibakar setengah matang dan gulaikambing sementara Tina memesan soto ayam. Setelah makan kuajak Tinauntuk kembali ke hotel.

Begitu kamar terkunci Tina langsung memelukku dan menyerbuku denganganas. Kulucuti pakaiannya satu persatu dan setelah itu ia gantianmelucuti pakaianku.

"Mandi dulu Tin biar segar," kataku.
"Enggh.. Nggak usah To, nanti saja sekalian".

Kuangkat tubuhnya yang mungil dan kubawa ke kamar mandi. Iameronta-ronta, namun tidak dapat melepaskan diri dariku. Di bawahsegarnya guyuran air hangat dari shower terasa badanku menjadi lebihsegar.


Ke bagian 3


Demikianlah Cerita Dewasa | Cerita Setengah Baya Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 2, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Khusus Dewasa Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita 17 Tahun Angela – 4

Kategori : Cerita 17 Tahun Daun Muda
Dewasa17tahun.com | Cerita 17 Tahun Daun Muda Angela - 4 - Cerita 17 Tahun berikut ini mengisahkan cerita daun muda yang berjudul Angela - 4. Silahkan anda baca cerita 17 tahun daun muda berikut.

Dari bagian 3


Setelah berselang beberapa menit,

"Ko Indra.."
"Iya sayang.." jawabku sambil membelai rambut dan pipinya.
"Cerita dong.."
"Cerita apa?"
"Cerita kenapa Ko Indra suka sekali sama pantyhose."
"Wah kalau diinget-inget sih sudah lumayan lama juga. Yang pasti pertama kali aku merasakan yang namanya stocking itu waktu aku masih SD, kira-kira kelas satu atau dua. Adik terkecil dari ibuku yang tinggal di medan sedang berkujung ke Jakarta. Dia menginap di rumahku. Suatu hari kami sedang berada di dalam mobil, aku duduk di sebelahnya. Secara tidak sengaja kakiku menyenggol betisnya. Sentuhan pertama itu bagaikan perkenalan dengan sebuah sensasi yang tidak dapat kulupakan. Tanteku memakai stocking berwarna kulit. Sepanjang perjalanan kakiku selalu menempel dengan kakinya dan sesekali mengelus-elusnya. Dia tidak mengatakan apa-apa mungkin karena aku masih kecil dan iseng. Setelah itu aku tidak pernah dapat melupakan perasaan itu."
"Terus.."
"Ketika aku tumbuh makin besar aku mulai suka memperhatikan perempuan-perempuan yang memakai stocking dan pantyhose, dan penisku langsung berdiri dengan tegak. Rasa nafsu dan horny menguasai pikiranku. Ketika sampai di rumah dan tidak ada yang memperhatikan, aku bermain-main dengan penisku sambil membayangkan bercinta dengan perempuan yang memakai pantyhose/stocking tadi."

Angela tersenyum dan tangannya bermain-main dengan penisku yang masih keras.

"Semakin lama aku semakin kecanduan, akhirnya dengan menahan malu aku nekat membeli sepasang pantyhose di supermarket terdekat. Kubawa pulang dan langsung kukenakan. Penisku menjulang tinggi, ketika kakiku saling bersentuhan, rasanya aku langsung mabuk kepayang. Benar-benar sensual. Kukeluarkan penisku dan aku bermasturbasi."

Angela membuka matanya dan menatap wajahku dengan penuh rasa ingin tahu, sambil me-masturbasikan penisku.

"Seperti ini?" tanya Angela.

Kakinya digosok-gosokkan ke kakiku. Setiap gesekan menimbulkan gelombang-gelombang listrik kenikmatan ke seluruh badanku.

"Akhirnya aku mempunyai banyak koleksi pantyhose dan stocking namun yang benar-benar bagus dan enak dipakai hanya beberapa merk. Aku juga suka mencari gambar-gambar model yang memakai pantyhose maupun stocking atau lingerie di internet. Aku selalu bermasturbasi dengan koleksi-koleksiku. Kelihatannya ceritaku membuat Angela horny. Sekarang ini ia sedang menjilati putingku.

"Semua teman wanita yang kukenal tidak ada yang suka memakai pantyhose atau stocking. Aku suka sekali pergi ke pameran mobil berskala besar karena SPG nya cantik-cantik dan hampir semuanya memakai pantyhose. Sampai akhirnya aku melihat kamu memakai kemeja lengan pendek putih, rok coklat dan pantyhose. Rasanya aku ingin langsung bercinta dengan Adik teman baikku ini."

Angela meninggalkan putingku dan mengulum mulutku, tangannya semakin agresif memainkan penisku.

"Bagaimana dengan Angela, kelihatannya kamu juga suka."
"Sama seperti Ko Indra.. Pertamanya aku tidak begitu suka, namun karena iseng maka aku membeli sepasang. Ketika aku memakainya, rasanya aku sedang terbang dan tubuhku terbuai. Vaginaku rasanya seperti sedang bergetar. Akhirnya aku beli lagi beberapa pasang dan aku sangat menyukainya. Bekas cowoku yang tolol itu tidak suka. Aku tahu Ko Indra melihat aku dengan penuh nafsu, dan entah kenapa aku tidak merasa aneh atau takut. Ketika Ko Indra memegang pahaku, rasanya seluruh badanku menjadi lemas dan nyaman. Akhirnya aku sadar kalau aku juga menyukai pantyhose. Apa Ko Indra sudah sering melakukan ini?"
"Belum, percaya atau tidak Angela adalah yang pertama."
"Lebih enak mana sama masturbasi?"
"Tentu saja lebih enak bercinta dengan Angela."

Tiba-tiba Angela bangkit dan mencari sesuatu di lantai. Semua pantyhose yang ada di taruh di atas tubuhku. Tubuhku bergetar merasakan sentuhan lembut dari pantyhose yang lembut. Angela mengambil sebuah stocking berwarna putih transparan, kemudian menyarungkannya ke penisku. Getaran-getaran erotis menghujani kejantananku ketika stocking tersebut bergesekan dengan penisku. Sekarang celah kecil pada ujung kejantananku bertemu dengan garis jahitan pada ujung kaki stocking. Garis itu dengan lembut membelah celah kepala penisku.

"Stocking kondom." seru Angela dengan senyumnya yang manja.

Stocking tersebut ditarik agak kencang sehingga membaluti seluruh bagian penisku seperti sebuah kondom. Lidah Angela terjulur dan menjilati kepala penisku yang terbalut dengan kondom stocking. Rasanya beda dengan biasanya. Tidak lama kemudian kepala penisku pun hilang di dalam mulutnya yang seksi. Aku benar-benar tersesat dalam jalan kenikmatan duniawi yang tak terbayangkan. Permainan mulut dan lidah angela tetap tidak berkurang nikmatnya, malah bertambah nikmat. Aku terus mengerang nikmat.

Kuarahkan Angela pada posisi doggy style. Sambil memegang ujung Stocking pada pangkal penisku, ku masukan kejantananku ke dalam liang cintanya. Vaginanya yang sudah kebanjiran menerima penisku tanpa gesekan yang berarti. Namun, tetap saja terasa berbeda. Aku tidak dapat menenggelamkan seluruh batang penisku, karena terhalang tanganku yang memegangi kondom stocking agar tidak lepas. Tidak kusangka Angela mengalami orgasme secepat ini. Badannya bergetar hebat dan otot-otot vaginanya menjepit erat kejantananku. Kutarik keluar penisku dan stocking kondomku benar-benar basah akan cairan cinta Angela.

Kuposisikan Angela sehingga dia yang berada di atas dan mulai bercumbu. Setelah beberapa saat, aku arahkan penisku ke dalam vaginanya. Angela memejamkan matanya dan merasakan kejantananku memenuhi seluruh ruangan di dalam lembah kenikmatannya. Angela mengulum telinga dan leher bagian kiriku yang sensitif. Kupegang pinggulnya dan kuangkat naik-turun. Setelah beberapa kali, Angela langsung melakukan gerakan memompa itu sendiri. Lama-lama makin cepat. Ia mengangkat pundaknya dan bertumpu pada kedua tangannya. Ia merasakan rangsangan yang luar biasa karena dalam posisi ini ia dapat dengan mudah merangsang G spotnya.

Kuputuskan untuk membantu Angela mempercepat prosesnya. Ku tarik dan kutekan pinggulku ke bawah saat pinggul Angela terangkat dan ketika pinggulnya turun, langsung ku sodok ke atas. Angela mendesah tiada hentinya. Angela benar-benar mendapatkan rangsangan ganda, karena batang penisku menggesek-gesek klitorisnya dan kepala penisku memberikan tekanan yang mantap pada daerah G spotnya.

"Oh.. Ko Indra.." kutatap wajahnya yang manis yang sedang merasakan getaran-getaran ekstasi yang hebat.

Bunyi 'plak-plak' terdengar nyaring setiap kali selangkangan kami bertemu. Penisku tertarik keluar sampai ke ujungnya, kemudian langsung melesat ke dalam dengan cepat.

"Ko.. Indra.. Nanti.. Keluarin.. Di dalam ya.."
"Nanti kalau hamil bagaimana?"
"Lagi masa.. tidak subur.."

Aku semakin terpacu dan bersemangat, Bidadariku menginginkan aku ejakulasi di dalam vaginanya. Saat ini penisku pun sudah benar-benar dalam keadaan yang sangat sensitif.

"Ko Indra.. Aku sudah.. nggak tahan lagi.."
"Sebentar ya.. Tahan sedikit lagi.."

Aku menginginkan kami mencapai orgasme bersama-sama. Beberapa saat kemudian,

"Ko Indra.. Argh.."
"Angela.."

Secara bersamaan kami mencapai puncak kenikmatan duniawi bersama-sama. Pinggulku terangkat ke atas dan pinggulnya menekan ke bawah dengan sepenuh tenaga, sehingga kejantananku tertanam dalam lembah cintanya dalam-dalam. Sebuah gelombang orgasme yang panjang mengawali puncak kenikmatan kami. Angela berteriak seiring dengan gelombang pasang naik orgasmenya yang dahsyat. Orgasme yang kami rasakan serasa tiada habis-habisnya. Penisku mengeluarkan madu putihku terus menerus karena diperah oleh otot-otot vaginanya yang terus berkontraksi. Angela pun merasakan hal yang sama, orgasmenya serasa tiada akhir.

Akhirnya Angela roboh kehabisan tenaga dan jatuh di dalam pelukanku. Nafasnya masih memburu dan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Kami saling berpelukan tanpa memisahkan diri. Kubelai-belai punggung dan kepalanya.

"Angela.. Kamu benar-benar hebat.. Tidak kusangka kita bisa berorgasme sepanjang dan selama ini.." pujiku.
"Ko Indra yang hebat.. Aku benar-benar beruntung.. Ini adalah pengalaman seks ku yang paling hebat.."

Kubelai Angeladengan penuh kasih sayang. Tidak lama kemudian kami masuk kamar mandi bersama-sama. Air pancuran yang hangat membawa kesegaran yang menenangkan. Ku gosok tubuh Angela yang mungil dengan sabun. Ia pun melakukan hal yang sama. Tanganku meluncur di atas tubuhnya yang licin dan basah. Payudaranya tidak dapat kuremas karena licinnya sabun. Tubuhku kembali diselimuti dengan perasaan erotis yang sensual. Tidak dapat dihindari lagi, kejantananku langsung terpanggil dan menyahut dengan siaga.

"Ko Indra.." seru Angela dengan nada yang takjub.
"Masa Ko Indra terangsang lagi? Padahal kan tadi kita sudah ML begitu lama, dan Ko Indra pun sudah orgasme beberapa kali. Masa sekarang sudah ereksi lagi?"

Angeka membelai-belai penisku yang masih diselimuti oleh sabun.

"Angela sayang, ini semua gara-gara Angela. Siapa suruh Angela begitu cantik dan seksi, sampai Adik kecil pun tidak dapat menahan nafsu. Apa Angela suka?"
"Tentu saja aku sayang sekali dengan si kecil yang perkasa, yang sudah membuatku orgasme berkali-kali dan merasakan kenikmatan yang tidak ada bandingannya."

Angela segera membersihkan sabun yang ada pada kejantananku. Tanganku meremas-remas vaginanya sambil membersihkan sisa-sisa sabun. Raut wajah Angela terlihat penuh dengan antisipasi atas apa yang akan berikutnya terjadi. Setelah bersih, Angela langsung mengarahkan penisku ke vaginanya. Kejantananku berada di dalam kenikmatan duniawi yang hangat dan basah. Di bawah siraman air hangat kembali kami bersetubuh dengan penuh nafsu.

Desahan manja dan kenimatan bercampur menciptakan rangsangan exotis. Irama persetubuhan kami makin lama makin cepat. Angela memeluk tubuhku erat-erat supaya tidak jatuh lemas. Dengan kaki kanannya yang kutahan dengan lenganku, penisku meluncur jauh ke dalam dan keluar sampai ke ujungnya. bagaikan koreografi pada sebuah film yang berkualitas, kami mengalami puncak kenikmatan secara bersama-sama. Suara desahan meluncur keluar, tubuhku bergetar dengan hebat. Seperti yang telah Angela antisipasi sebelumnya, kenikmatan orgasmenya menguasai semua akal sehatnya. Di dalam hatinya, ia telah menyerahkan tubuhnya, perasaannya, semuanya untuk kenikmatan yang telah kuberikan.

Saat-saatku bersama dengan Angela adalah romantika yang indah penuh dengan nafsu. Kami masih sering bertemu dan bersetubuh dengan hebat dan liar. Entah kenapa, kami tidak pernah memutuskan untuk menikah.


E N D

Demikianlah Cerita Dewasa | Cerita Daun Muda Angela - 4, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Khusus Dewasa Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Hot Kakak Iparku

Kategori : Cerita Hot Sedarah
Dewasa17tahun.com | Cerita Hot Hubungan Sedarah Kakak Iparku - Cerita hot berikut ini mengisahkan cerita hubungan sedarah yang berjudul Kakak Iparku. Silahkan anda baca cerita hot sedarah berikut.

Kejadian ini berlangsung kira-kira 2 tahun yanglalu, waktu itu aku diminta oleh ibu mertua untuk mengambil suatubarang di rumah kakak ipar perempuanku sekalian menengok dia karenasudah lama tidak ketemu. Kakak iparku ini (sebut saja namanya Ina)memang tinggal sendirian, walaupun sudah kawin tetapi belum punya anakdan saat ini sudah pisah ranjang dengan suaminya yang kerja di kotalain. Aku sampai di rumahnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetukpintu pagarnya yang sudah terkunci. Tak lama kemudian Ina muncul daridalam dan sudah tahu bahwa aku akan datang malam ini.
"Ayo Yan, masuk.., langsung dari kantor?, Sorry pintunya sudahdigembok, soalnya Ina tinggal sendiri jadi harus hati-hati", Sambutnya.
Ina malam itu sudah memakai daster tidur karena toh yang bakalandatang juga masih terhitung adiknya, daster yang dia pakai mempunyaipotongan leher yang lebar dengan model tangan 'you can see'.

Kami kemudian ngobrol dan nonton TV sambil duduk bersebelahan disofa ruang tengah. Selama ngobrol, Ina sering bolak-balik mengambilminuman dan snack buat kita berdua. Setiap dia menyajikan makanan atauminuman di meja, secara tidak sengaja aku mendapat kesempatan melihatkedalam dasternya yang menampilkan kedua payudaranya secara utuh karenaIna tidak memakai BH lagi dibalik dasternya. Ina memang lebih cantikdari istriku, tubuhnya mungil dengan kulit yang putih dan rambut yangpanjang tergerai. Walaupun sudah kawin cukup lama tapi karena tidakpunya anak tubuhnya masih terlihat langsing dan ramping. Payudaranyayang kelihatan olehku, walaupun tidak terlalu besar tetapi tetap padatdan membulat. Melihat pemandangan begini terus-menerus aku mulai tidakbisa berpikir jernih lagi dan puncaknya tiba-tiba kusergap dan tindihIna di sofa sambil berusaha menciumi bibirnya dan meremas-remaspayudaranya.
Ina kaget dan menjerit, "Yan, apa-apaan kamu ini!".
Dengan sekuat tenaga dia mencoba berontak, menampar, mencakar danmenendang-nendang. Tapi perlawanannya membuat birahiku semakin tinggiapalagi akibat gerakannya itu pakaiannya menjadi makin tidak karuan dansemakin merangsang.
"Breett..", daster bagian atas kurobek ke bawah sehingga sekarangkedua payudaranya terpampang dengan jelas. Putingnya yang berwarnacoklat tua terlihat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.
Ina terlihat shock dengan kekasaranku, perlawanannya mulai melemah dan kedua tangannya berusaha menutup dadanya yang terbuka.
"Yan.., ingat, kamu itu adikku..", rintihnya memelas.
Aku tidak mempedulikan rintihannya dan terus kutarik daster yangsudah robek itu ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya yang sudahaku tidak ingat lagi warnanya. Sekarang dengan jelas dapat kulihatvaginanya yang ditumbuhi dengan bulu-bulu hitam yang terawat baik.

Setelah berhasil menelanjangi Ina, kulepaskan pegangan pada dia danberdiri di sampingnya sambil mulai melepaskan bajuku satu persatudengan tenang. Ina mulai menangis sambil meringkuk di atas sofa sambilsebisa mungkin mencoba menutupi badannya dengan kedua tangannya. Saatitu pikiranku mulai jernih kembali menyadari apa yang telah kulakukantapi pada titik itu, aku merasa tidak bisa mundur lagi dan aku putuskanuntuk berlaku lebih halus.
Setelah aku sendiri telanjang, kubopong tubuh mungil Ina kekamarnya dan kuletakkan dengan lembut di atas ranjang. Dengan haluskutepiskan tangannya yang masih menutupi payudara dan vaginanya,kemudian aku mulai menindih badannya. Ina tidak melawan. Inamemalingkan muka dengan mata terpejam dan berurai air mata setiap kaliaku mencoba mencium bibirnya. Gagal mencium bibirnya, aku teruskanmenciumi telinga, leher dada dan berhenti untuk mengulum puting danmeremas-remas payudara satunya lagi. Ina tidak bereaksi. Aku lanjutkanpetualangan bibirku lebih ke bawah, perut dan vaginanya sambilmerentangkan pahanya lebar-lebar terlebih dahulu. Aku mulai denganmenjilati dan menghisap clitorisnya yang cukup kecil karena sudahdisunat (sama dengan istriku). Ina mulai bereaksi. Setiap kuhisapclitorisnya Ina mulai mengangkat pantatnya mengikuti arah hisapan.

Kemudian dengan lidah, kucoba membuka labia minoranya dan memainkanlidahku pada bagian dalam liang senggamanya. Tangan Ina mulaimeremas-remas kain sprei sambil menggigit bibir. Ketika vaginanya mulaibasah kumasukkan jari menggantikan lidahku yang kembali berpindah keputing payudaranya. Mula-mula hanya satu jari kemudian disusul dua jariyang bergerak keluar masuk liang senggamanya. Ina mulai berdesah danmemalingkan mukanya ke kiri dan ke kanan. Sekitar dua atau tiga menitkemudian aku tarik tanganku dari vaginanya. Merasakan ini, Ina membukamatanya (yang selama ini selalu tertutup) dan menatapku denganpandangan penuh harap seakan ingin diberi sesuatu yang sangat berhargatapi tidak berani ngomong. Aku segera merubah posisi badanku untuksegera menyetubuhinya. Melihat posisi 'tempur' seperti itu, pandanganmatanya berubah menjadi tenang dan kembali menutup matanya. Kuarahkanpenisku ke bibir vaginanya yang sudah berwarna merah matang dan sangatbecek itu. Secara perlahan penisku masuk ke liang senggamanya dan Inahanya mengigit bibirnya. Tiba-tiba tangan Ina bergerak memegang sisabatang penisku yang belum sempat masuk, sehingga penetrasiku tertahan.
"Yan, kita tidak boleh melakukan hal ini..", Kata Ina setengah berbisik sambil memandangku.
Tapi waktu kulihat matanya, sama sekali tidak ada penolakkan bahkanlebih terlihat adanya birahi yang tertahan. Aku tahu dia berkata begituuntuk berusaha memperoleh pembenaran atas perbuatan yang sekarang jadisangat diinginkannya.
"Tidak apa-apa 'Na, kita kan bukan saudara kandung, jadi ini bukan incest", Jawabku.
"Nikmati saja dan lupakan yang lainnya".
Mendengar perkataanku itu, Ina melepaskan pegangannya pada peniskuyang sekaligus aku tangkap sebagai instruksi untuk melanjutkan'perkosaannya'. Dalam 'posisi standard' itu aku mulai memompa Inadengan gerakan perlahan, setiap kali penisku masuk, aku ambil sisiliang senggama yang berbeda sambil mengamati reaksinya. Dari eksperimenawal ini aku tahu bahwa bagian paling sensitif dia terletak padadinding dalam bagian atas yang kemudian menjadi titik sasaran peniskuselanjutnya.

Strategi ini ternyata cukup efektif karena belum sampai dua menitIna sudah orgasme, tangannya yang asalnya hanya meremas-remas spreitiba-tiba berpindah ke pantatku. Ina dengan kedua tangannya berusahamenekan pantatku supaya penisku masuk semakin dalam, sedangkan diasendiri mengangkat dan menggoyangkan pantatnya untuk membantu semakinmembenamnya penisku itu. Untuk sementara kubiarkan dia mengambil alih.
"sshh.., aahh", rintihnya berulang-ulang setiap kali penisku terbenam.
Setelah Ina mulai reda, inisiatif aku ambil kembali dengan merubahposisi badanku untuk style 'pumping flesh' untuk mulai memanaskankembali birahinya yang dilanjutkan dengan style 'stand hard' (keduakaki Ina dirapatkan, kakiku terbuka dan dikaitkan ke betisnya). Styleini kuambil karena cocok dengan cewek yang bagian sensitifnya sepertiIna dimana vagina Ina tertarik ke atas oleh gerakan penis yangcenderung vertikal. Ina mengalami dua kali orgasme dalam posisi ini.
Ketika gerakan Ina semakin liar dan juga aku mulai merasa akanejakulasi aku rubah stylenya lagi menjadi 'frogwalk' (kedua kaki Inatetap rapat dan aku setengah berlutut/berjongkok). Dalam posisi inisetiap kali aku tusukkan penisku, otomatis vagina sampai pantat Inaakan terangkat sedikit dari permukaan kasur menimbulkan sensasi yangluar biasa sampai pupil mata Ina hanya terlihat setengahnya danmulutnya mengeluarkan erangan bukan rintihan lagi.
"Na, aku sudah mau keluar. Di mana keluarinnya?", Kataku sambil terus memompa secara pelan tapi dalam.
"ddi dalam saja.., di dalam saja, aahh.., jangan pedulikan", Ina mejawab ditengah erangan kenikmatannya.
"Aku keluar sekarraang..", teriakku.
Aku tekan vaginanya keras-keras sampai terangkat sekitar 10 cm darikasurnya dan cairan kenikmatan tersemprot dengan kerasnya yangmenyebabkan untuk sesaat aku lupa akan dunia.
"Jangan di cabut dulu Yan..", bisik Ina.
Sambil mengatur napas lagi, aku rentangkan kembali kedua paha Inadan aku pompa penisku pelan-pelan dengan menekan permukaan bawah vaginapada waktu ditarik. Dengan cara ini sebagian sperma yang tadidisemprotkan bisa dikeluarkan lagi sambil tetap dapat menikmatisisa-sisa birahi. Ina menjawabnya dengan hisapan-hisapan kecil padapenisku dari vaginanya
"Yan, kenapa kamu lakukan ini ke Ina?", tanyanya sambil memeluk pinggangku.
"Kamu sendiri rasanya gimana?", aku balik bertanya.
"Mulanya kaget dan takut, tapi setelah kamu berubah memperlakukanIna dengan lembut tiba-tiba birahi Ina terpancing dan akhirnya turutmenikmati apa yang belum pernah Ina rasakan selama ini termasuk darisuami Ina", Jawabnya.

Kita kemudian mengobrol seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa dansebelum pulang kusetubuhi Ina sekali lagi, kali ini dengan sukarela.Sejak malam itu, aku 'memelihara' kakak iparku dengan memberinya nafkahlahir dan batin menggantikan suaminya yang sudah tidak mempedulikannyalagi. Ina tidak pernah menuntut lebih karena istriku adalah adiknya danaku membalasnya dengan menjadikan 'pendamping tetap' setiap aku pergike luar kota atau ke luar negeri.

TAMAT


Demikianlah Cerita Hot | Cerita Hubungan Sedarah Kakak Iparku, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Hot Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Panas Pemerkosaan Dian – 3

Kategori : Cerita Panas Pemerkosaan
Dewasa17tahun.com | Cerita Panas Pemerkosaan Pemerkosaan Dian - 3 - Cerita Panas berikut ini mengisahkan cerita pemerkosaan yang berjudul Pemerkosaan Dian - 3. Silahkan anda baca cerita panas pemerkosaan berikut.

Dari bagian 2

Hari menjelang malam, ketika Dian pulang terburu buru melewati gangsempit itu. Tiba-tiba lengannya dicekal. Tono, salah seorang yangmemegang fotonya menarik Dian ke balik pagar seng kumuh.

"Jangan Kak. Dak galak aku." Dian menangis ketika melihat Tono sudah memelorotkan celananya.
"Terserah, kalau dak galak kusebar ke foto kau, biar lanang sekampung tahu kau biso dipake"
Dian dipaksa berjongkok.
"Ayo, isep."

Dian dipaksa mengoral Tono. Tempat itu adalah bekas pembuangansampah yang sudah dipagari seng. Dian dengan jengah memasukkan penisTono ke mulutnya, kemudian mulai menyedot dengan cepat, berharap Tonosegera ejakulasi. Tono mencengkeram kepala Dian yang bertopi itukemudian menyetubuhi mulutnya. Diluar rumah Dian memang mengenakantopi. Dan hal itu malah semakin membuatnya merangsang.

"Pelorotkan jins kau Dian.."

Tono menarik Dian berdiri. Dian memang mengenakan kaos ketat danjins ketat, walaupun berkerudung. Dian menangis, tapi ia tahu percumamembantah. Perlahan ia membuka kancing jinsnya kemudian menurunkanretsletingnya. Tono menelan ludah ketika jins itu merosot ke mata kaki.Dian mengenakan celana dalam mini berenda.

"Ayo, nunduk! Cepat."

Dian dipaksa berpegangan pada sebuah bekas meja. Kemudian celanadalamnnya dipelorotkan menyusul jinsnya. Tono telah ngaceng berat.Tanpa ba bi Bu lagi ia menyodokkan penisnya ke vagina Dian daribelakang.

"Ukhhnnghh. Nghh!" Dian merasa ngilu di selangkangannya. Tonomerasakan vagina Dian yang kering dan kesat menjepit penisnya,menimbulkan kenikmatan.

"Jeritlah kalau berani Dian. Uh! Uh! Uh!"

Tono mulai menyetubuhi Dian. Menyodok nyodok Dian hingga tubuhnyatersentak sentak. Dian mencengkeram pinggiran meja itu keras, menggigitbibirnya menahan jeritan kesakitan. Di samping seng terdengar beberapaorang lewat. Dian mati-matian menahan jgn sampai bersuara. Tono yangmelihat itu semakin bernafsu memperkosa Dian. Kaos Dian digulungnyahingga leher sehingga ia bebas meremas remas payudara Dia n yang bundarmenggantung. Bahkan Tono mencabut penisnya dan memindahkannya ke lubangdubur Dian.

"Ngngkh!! Nghh!!" Dian menggigit bibirnya.

Hampir terjerit. Dan Tono menungganginya seperti anjing. Hingga,croott.. Crrt.. Crrt. Spermanya memancar mengisi dubur Dian. Tonomeremas buah pantat Dian dengan keras. Ia mencabutnya perlahan.

"Ohh.. Nikmat Dian. Besok lagi yo he he he." Tono membenaricelananya sambil menyeringai. Meninggalkan Dian yang terduduk lemas.Jin dan celana dalamnya di mata kaki.

Dian pamit menginap dirumah temannya malam itu. Walaupun hari sudahmalam ia nekad naik bis kota. Awalnya bis itu ramai. Tapi ketikamemasuki km 7 yang mulai sepi isi bis itu hanya 6 orang pemuda ditambahkenek dan sopir.

"Eh Dian! Kebetulan."

Dian terkejut. Keenam pemuda itu kebetulan yang memiliki fotodirinya. Dian segera mengetuk kaca supaya bis berhenti. Terlambat.Sopir dan kenek bis ikut menyeringai menatapnya. Dian menangismenyadari ia berada di kandang macan.

"Ayo!"

Dian ditarik ke tengah bis. Tanpa aba-aba keenam pemuda itu telahmengerubungi gadis itu. Menarik kerudungnya lepas, sebagianmemelorotkan jinsnya dan melepas kaosnya. Dian meronta-ronta. Lampu bisitu menyala. Walaupun berada di pinggiran kota yang sepi orang dariluar dapat melihat jelas ia ditelanjangi. Tapi keenam pemuda itu terusmemeganginya. Ia memakai bra dan celana dalam berenda biru yang kontrasdengan kulit putih dan tubuh langsingnya.

"Jangan kak.. Dijingok uwong."

Dian menangis tak berdaya sementara tangan-tangan kasar itumenggerayangi tubuhnya, meremas buah dadanya, pinggul danselangkangannya. Menyelusup di underwearnya. Tiba-tiba bis berhentimenepi. Diluar hutan. Sopir dan kenek ikut mengerubunginya. Diandikeroyok 8 laki-laki yang haus birahi. Sementara kedua tangannyadipegangi, celana dalam dan branya dilepas. Dian telanjang bulat ketikadigotong keluar. Dian dipaksa memeluk sebuah batang pohon kemudiantangannya diikat melingkari pohon tersebut dengan tali branya sendiri.

Dan mulailah mereka bergiliran menyetubuhi Dian. Tubuhnya agakditundukkan, kakinya direntangkan. Dan mereka menungganginyabergiliran. Dian hanya dapat memeluk pohon itu erat. Ia diperkosasambil berdiri agak tertelungkup. Payudaranya yang menggantungdiremas-remas kasar. Bahkan setelah puas menggagahinya, merekabergiliran pula menyodomi gadis itu. Dian dijadikan alat pemuas nafsuoleh 8 lelaki. Ketika lelaki ke-8 selesai meyodominya, Dian pingsan.

Ia terbangun masih terikat telanjang bulat di pohon itu. Hari mulaipagi. Mulutnya dibungkam dengan celana dalamnya sendiri. Tangannyadiikat dengan branya. Disebelahnya ada tasnya. Dengan KTP yangdiletakkan dan dompet yang dibuka. Semua dapat melihat siapa namanya,juga alamatnya. Dan sebuah kertas diletakkan ditanah. Tertulis besar.

"Namaku Dian, juburi aku, perkosa aku, gratis!"

Dian panik dan meronta. Ia berada di tepi jalan. Seketika sebuahtruk orang berhenti melihat gadis telanjang, siap menungging. Sekompiorang turun sambil tertawa dan menyeringai bernafsu.

"Ayo kita kabulkan permintaan gadis ini!!"

Dian berusaha meronta ketika orang pertama berdiri di belakangnya, kemudian mulai menggagahinya bertubi tubi.

"Mmmffhh!! MMhh!! Nghh!".

Ketika sadar Dian mendapatkan dirinya di pinggiran kota Palembang.Tergeletak di tepi jalan dengan berpakaian lengkap. Tanpa pakaiandalamnya.

Malam tahun baru. Dian menghabiskan waktunya di keramaian bundaranair mancur di kota Palembang bersama teman-temannya. Suasana sangatramai. Ia tak tahu beberapa pasang mata mengikuti gerak geriknya.

"San, aku nak kencing dulu!"

Teriaknya diantara hingar bingar suara massa dan terompet,teman-temannya mengangguk sambil terus bersenang-senang. Dian bergegasmenerobos kerumunan dan mencari WC umum yang terletak di belakangmonumen. Beberapa lelaki mengikutinya. Dian baru saja menunaikanhajatnya ketika mendadak pintu didobrak. Ia menjerit ketika beberapalaki-laki mencengkeramnya, menarik dan membopong tubuhnya keluar.Celana dalam dan jinsnya masih menggantung di betisnya. Mulutnyadibungkam dan ia dibopong ke taman yang cukup gelap.

Dian ditelungkupkan diatas rumput. Sementara kedua tangannyadipegangi, sesuatu yang keras melesak di duburnya. Dian menjeritkesakitan, namun suaranya tersamar oleh teriakan keramaian yang hanyaberjarak 5 meter dari tempatnya diperkosa. Dian dapat merasakan jinsdan celana dalamnya dilepas. Kemudian blus ketatnya ditarik paksa, jugakerudungnya.

Dia ditelanjangi di tempat umum. Dian merasakan lelaki yangmenyodominya menyodok lebih dalam dan deras sebelum ia bergetar dancairan spermanya memancar mengisi anusnya yang perih. Dian hanya mampumenangis. Kini kedua tangannya diikat ke pohon bougenvil dengan branyasendiri, terentang lebar. Ia tertelungkup dengan posisi menungging.

"Ayo, giliran." terdengar suara laki-laki.

Mata Dian ditutup dengan kerudungnya sendiri. Ia benar-benar takberdaya. Tak tahu siapa saja yang akan memperkosanya. Seseorang mulaimenungganginya lagi, menyetubuhinya dari belakang. Pinggulnyadicengkeram keras. Setelah selesai, beberapa jari te rasa membukailubang anusnya lagi, kemudian seseorang mengisinya dengan minyakgoreng.

"Biaar dak sakit Dian.. Kau jadi lonte malam ini. He he he."

Dian menjerit jerit ketika sesuatu yang keras lagi-lagi melesak didubburnya dan menyentak-nyentak. Para tukang becak, sopir angkot, dankuli-kuli berkumpul mengantre menyodomi Dian. Sementara Budi dankawan-kawan, pemuda yang memergoki Dian waktu pertama mengawasi denganpuas. Setiap lelaki membayar seribu rupiah untuk membuang sperma merekadi anus dan vagina Dian malam ini. Bahkan beberapa diantara merekamemaksa menyetubuhi mulut Dian dan menyemprotkan spermanya dimulutgadis itu. Budi benar-benar puas mlihat Dian tak berdaya seperti itu.Bahkan ia pergi ke bundaran yang masih ramai dan mengundang para pemudatanggung untuk memakai Dian. Dian terikat diatas rumput dengan posisiyang benar-benar siap pakai. Maka para pemuda itu mengantre pulamenyodomi Dian. Segera saja taman gelap itu menjadi ramai. Setiapselesai memakai Dian, mereka pergi bercerita pada rekan lain. Bahkanseorang pemuda dari Kertapati langsung menelpon rekan-rekannya denganHP.

Tiga mobil kijang yang penuh pemuda segera tiba. Bebrapa bahkanmasih SMP. Budi semakin bernafsu. Lelaki yang mengantre Dian semakinramai. Bahkan mereka tidak sabar dan memakai Dian beramai-ramai.Teriakan dan tangisan Dian semakin membuat mereka bernafsu. Diandipakai ketiga lubang tubuhnya sekaligus. Sementara tubuh telanjangnyadilentangkan dibangku taman, kedua kakinya dikangkangkan lebar,sehingga para pemerkosanya dengan leluasa menyetubuhi vagina dananusnya sesuka hati. Sementara kepalanya yang terjuntai diujung bangkusengaja dipegangi dan mereka menytubuhi mulutnya. Sementara keduatangannya terus dipegangi dan kedua payudaranya disudot kanan kiri.Dian beberapa kali hampir mati tersedak ketika mulutnya disetubuhidengan brutal. Mereka terkadang sengaja menutup hidung Dian sambilmenekankan penis mereka ke dalam mulutnya.

Dan semakin Dian panik karena tak bisa bernafas mereka semakinbernafsu. Pemerkosaan semakin brutal ketika serombongan tukang becakyang mabuk mengeroyok Dian. Sementara mulut, vagina dan anusnyadisodok-sodok, buah dadanya digigiti dan diremas kasar, bahkan perutDian yang rata dan mulus dipukuli hingga Dian hampir pingsan. Akibatnyaketika penis ditarik dari anusnya, kotoran Dian ikut muncrat takterkendali.

Dian benar-benar dilecehkan. Ia diperkosa, disodomi, dan dipaksaoral sex bergiliran oleh puluhan lelaki ditengah taman kota, ditengahkeramaian, dan kini ia dipaksa membuang hajat. Siksaan terakhir adalahketika tukang becak itu memegangi tubuh telanjang Dian diatas rumput.Kedua tangan dan kakinya direntangkan lebar. Sementara yang lainmemegangi kepalanya dan memaksa Dian membuka mulut lebar-lebar. Saatitulah salah seorang darri mereka menyendoki kotoran Dian dari anusnyakemudian menjejalkan ke mulutnya. Dian dipaksa memakan taiknya sendiri.

Bahkan ketika Dian menolak mereka lagi-lagi memencet hidung Dianhingga tak bisa bernafas, Dian menjerit histeris tak berdaya ketikadirasakannya taiknya yang asam, pahit dan busuk itu masuk ketenggorokannya.

Para penyiksanya tertawa puas. Seorang dari mereka memasukkanpenisnya kemulut Dian dan dengan lancar kencing dimulutnya. Sementarayang lain memegangi Dian dengan erat. Dian benar-benar diperkosa dandilecehkan habis-habisan malam itu.

Ketika polisi datang jam 4 pagi pemerkosaan itu baru berhenti.Mungkin ada sekitar 100 penis yang sudah dijejalkan pada mulut, anusdan vaginanya. Dian pingsan tak berdaya, sekujur tubuh dan wajahnyapenuh sperma kering.

E N D


Demikianlah Cerita Panas | Cerita Pemerkosaan Pemerkosaan Dian - 3, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Panas Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Seru Aku, Istri dan Temanku 03

Kategori : Cerita Seru Pesta Seks
Dewasa17tahun.com | Cerita Seru Pesta Seks Aku, Istri dan Temanku 03 - Cerita Seru berikut ini mengisahkan cerita pesta seks yang berjudul Aku, Istri dan Temanku 03. Silahkan anda baca cerita seru pesta seks berikut.

Sambungan dari bagian 02

Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan, lalu Lud menindihistriku setelah penisnya dimasukkan semuanya ke vagina istriku, lalupantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit danseluruh vagina istriku dan penisnya memutar di dalam lubang vaginasehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepassprei. Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuatoleh Lud. Yaah, menonton itu penisku jadi tegang terus sampai kemengrasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menitlebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sudah mencapaiklimaks sampai 2 kali. Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanyaditumpangkan ke kedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalupantatnya digoyangkan naik turun hingga penisnya ikut juga. Denganposisi ini penisnya betul-betul kejepit dengan bibir vagina istrikusehingga gesekannya betul-betul terasa di vagina istriku sampai istrikuberulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saatklimaks.

Lud minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnyadan ganti istriku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hinggapenis Lud diputar dengan vagina istriku. Kira-kira 5 menit lewat masihbelum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar penisnya olehistriku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiriyang klimaks lagi. "Aduuh Lud.. aduh Lud.. nikmatnya luar biasa akusudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Lud", pinta istriku.Baru kemudian posisi istriku ditarik ke bawah sehingga pantatnya dipinggir kasur, kemudian Lud turun dan kaki istriku diminta mentanglebar-lebar dan diangkat tinggi lalu Lud menancapkan penisnya daribawah dengan sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buahdadanya.

Lalu mulailah ditembaknya vagina istriku dengan penisnya, pertamamulai pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknyasampai tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk ituterpaksa tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnyasupaya kalau ditembak keras vaginanya, pantatnya tak naik tapi penisnyayang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku."Aduuh Lud.. aduh Lud.. nikmat banget penismu Lud, tapi aku tak kuatmenahan nikmatnya Lud.., aku butuh manimu Lud dan penismu sudah makinhangat Lud", teriak istriku. Akhirnya "Huuh", desis Lud dan "Crutt",maninya muncrat, "Huuh", desis Lud lagi dan "Crutt", maninya muncratlagi dan setiap kali maninya muncrat istriku mengerang, "aach..sseett!" Setelah itu Lud tengkurap di tubuh istriku, "Lud tubuhkuhangat rasanya kena semprotan manimu", kata istriku. Kemudian tubuhistriku diangkat naik dan Lud segera tidur di sebelahnya dengan memelukistriku dan penisnya yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalamvagina istriku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti.Melihat itu walaupun penisku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikiristriku capai apalagi vaginanya masih disumpal dengan penis Lud, jaditerpaksa aku masuk ke kamar dan tidur.

Suatu saat aku terbangun, karena terasa penisku dipijit-pijit danketika membuka mata ternyata istriku dengan masih dibopong di mukaberpelukan oleh Lud tangan istriku memijit-mijit penisku. Ketika akubangun, istriku bilang, "Ayo Pi jangan tidur saja Mami mau disemprotMani lagi berdua berbarengan." Eeeh, ternyata pikiranku tadi meleset,kukira istriku yang lemah lembut itu sudah capai tadi ternyata masihingin dikerjain berdua lagi. Aku lihat ternyata vagina istriku tetapdidongkrak dengan penis Lud, jam saat itu sudah jam 1 tengah malam jadiaku sudah tidur dua jam. Kemudian istriku ditidurkan di bawahku danlangsung Lud mulai menembak vagina istriku dengan penisnya yang gedeitu dan aku terpaksa bangun mendekatkan penisku ke mulut istriku untukdihisap. Penisku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantongpenisku diremas-remas dan rambut bawah kantong penisku ditarik-tarikjuga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan jarinya hingga akuterus bernafsu dan tegang lagi.

Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian jugaLud yang menembakkan penisnya semakin seru dan nafasnya mulaingos-ngosan dan crot.. crot.. crot, maninya muncrat ke dalam vaginaistriku, kulihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga danmemenuhi mulut istriku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukanpadaku kalau maniku sudah habis masuk. Dan Lud pun lalu menelungkup diatas istriku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempatmenghisap-hisap pentil istriku. Lalu dia bilang,
"Waah Pi, mani Lud rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiapnyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena vaginaku disumpal terusdengan penisnya Lud ya Pi? sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jamsudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras banget." Belumsempat kujawab, Lud bilang,
"Gila, istrimu itu minta disumpal terus vaginanya, pokoknya penisku malam ini tak boleh lepas dari vaginanya."
"Nggak Pi, Lud yang minta dulu supaya penisnya dipendam semalam suntuk dalam vaginaku, dan aku setuju", jawab istriku.

"Penisnya terasa hangat terus di vaginaku, dan kalau mulai tegangterasa mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknyaPi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula penisnya tetapi kepalapenisnya tetap nyantol di bibir vaginaku jadi tak mau lepas sepertiPapi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur." kata istriku. Setelahfit kembali istriku dibopong lagi dengan masih disodok vaginanya denganpenisnya dan dibawa balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagikarena mengantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selainkebiasaan kadang-kadang penisku tegang sendiri jam-jam itu. Pagi itupenisku juga tegang lalu aku bangun dengan maksud mau naiki istriku,kumasuk ke kamarnya ternyata istriku masih tidur berpelukan dengan Luddengan tubuh diselimuti. Aku mencoba mendekati kepala istriku dankubelai-belai pipinya dan istriku terbangun.
Aku bilang, "Penisku tegang nih, yo tak semprotkan ke vaginamu."
Istriku berbisik, "Aduuh Pi, penis Lud masih menancap terus dalamvaginaku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya,Papie tak hisap saja ya penisnya?"
"Oke", sahutku.
Lalu istriku menengadah dan kudekatkan penisku supaya bisa masuk kemulutnya, lalu kukocok sendiri penisku dan kugosok-gosokkan kepalanyake bibirnya dan kadang-kadang kumasukkan dalam-dalam ke mulutnya.Karena sudah cukup lama tegangnya tak lama hanya 5 menit maniku sudahmuncrat lagi ke dalam mulut istriku dan kemudian seluruh bagian kepalapenisku dijilati untuk membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelansemua maniku. Aku bertanya,
"Mami tidak nelan maninya Lud toch dan tak dimasuki lubang anusnya juga ya?"
"Tidak Pi, semua maninya Lud masuk ke dalam vaginaku dan sampaisekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang dalam perutyang hangat! Lalu Lud hanya mencabut penisnya kalau minta dihisapsetelah itu dimasukkan kembali ke vaginaku", jawab istriku.

Kukecup bibirnya dan kubisiki, "Baik-baik ya Mi, semoga dapatkenikmatan lagi!" Lalu aku keluar kamar dan tiduran lagi. Aku terbangunlagi pukul 6 pagi langsung kupergi mandi dan kemudian duduk di sofamenonton TV. Ternyata istriku baru saja diajak bersetubuh lagi olehLud, karena baru saja berada di atas istriku kemudian tidur lagi denganberangkulan lagi. Karena bosan lihat TV lalu kupergi keluar untuk lihatpemadangan alam dan jalan-jalan di taman. Kira-kira sejam kemudian akubalik ke motel dan kulihat kamarnya sudah kosong, rupanya mereka mandiberdua. Aku masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur ada gelang karetberbulu yang dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda. Aku nontonTV lagi, rupanya lama sekali mereka mandi. Kucoba mendekat ke pintukamar mandi dan menempelkan kupingku di pintu, oh ternyata mereka mainlagi dalam kamar mandi sebab terdengar rintihan istriku, "Aduuh Lud..aduuh Lud.. enaknya penismu Lud, nikmat banget Lud rasanya." Kemudiansuaranya Lud, "aach.. Hwa, vaginamu juga nikmat, aku kangen terusdengan vagina dan payudaramu yang kenyal ini Hwa!"

Aku balik nonton TV lagi jadinya, kira-kira 30 menit lagi merekakeluar dari kamar mandi dengan masing-masing berbalut handuk tubuhnyadan sekarang sudah pisah tidak nyantol lagi penisnya di vagina istriku.Mereka masuk ke kamar dan ganti pakaian, kulihat istriku pakai celanadalam mini warna merah dan pakai bra mini warna merah juga, lalu pakairok bawah mini hitam dan kaos strip hitam putih tapi pendek jadi hanyasampai bawah bra saja, jadi perutnya yang langsing putih agak kelihatandari luar. Melihat istriku pakai kaos agak ketat, Lud bilang, "Hwa,kamu jangan pakai bra saja lebih bagus karena kaosmu ketat." Istrikupertama menolak, "aah katanya mau keluar makan dan nanti mau pulangsegala nggak enak kalau tak pakai BH." Lud bilang, "Kita kan hanyamakan di restoran sini saja sebelum pulang, sebab nanti aku masih maumain lagi Hwa." Jadi terpaksa istriku menurut dengan melepas lagi BHmininya. Eeehh, ternyata betul juga pendapat Lud, sebab tanpa BH punternyata buah dada istriku tetap tegak menantang hanya bedanyaputingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan kalau jalan kelihatansedikit bergoyang-goyang buah dadanya.

Setelah semua siap kami pergi makan ke restoran hotel pukul 8.15,di sana kita lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam di hotelitu sebab yang cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesaimakan kita jalan-jalan di taman sebentar sambil ngobrol-ngobrol lalubalik ke motel dan duduk untuk nonton TV. Baru beberapa menit perutkuterasa sakit, terpaksa aku ke kamar mandi untuk buang air besar.Selesai buang air besar aku mau menonton TV lagi, ternyata merekaberdua sudah tak ada dan masuk ke kamar lagi. Aku melihat istriku sudahtak mengenakan kaos lagi tapi sedang memakai BH mininya, sedang Ludsedang melepas celana dan kemudian bajunya lalu dia menarik istriku danditidurkannya ke ranjang lalu ditindihnya lagi istriku, yaah rupanyamau main lagi mereka. Ternyata benar, rok mini istriku dilepas lalu CDmininya disingkap ke pinggir pangkal paha lalu penisnya dikeluarkandari CD-nya dan dimasukkan ke vaginanya istriku. Jadi Lud main denganmasih pakai CD dan istriku pakai BH dan CD mini. Karena branya mini,otomatis payudara istriku mencuat keluar ketika terkena remasan tanganLud sambil pantatnya terus menggenjot naik turun dengan cepatnya.Kira-kira hampir 10 menit terdengar istriku berteriak, "Aduuh Lud,hangatnya manimu, lepaskan semua manimu Lud!" karena sebelumnya istrikucuma mendesis terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Lud jatuhmenelungkup di atas istriku.

Karena sudah hampir jam 10 kubangunkan mereka, sebab Lud harusberangkat pulang dengan pesawat jam 11.00. Kuselesaikan semua rekeninghotel sementara mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airporttepat sampai airport pk 10.30. Lalu kita ngomong sebentar dan Lud usul,"Kalau lain kali kita main berempat dengan istriku, bagaimana?" Pertamaistriku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Ludmenjelaskan kalau wanita itu adalah keponakannya sendiri yang kerjajadi sekretarinya dan kadang-kadang melayani tamu-tamunya yangmembutuhkan hiburan. Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19tahun, cukup seksi hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dariistriku. Kalau istri dia pasti kurang ramai karena agak kerempeng dantidak ceria, jadi aku dikhawatirkan tak bisa tegang. "Jadi bisa ramaiHwa, kita main 2 pasang dalam satu kamar pasti hot", kata Lud.

Akhirnya istriku setuju kapan-kapan main berempat, tiba-tibaistriku pergi lari-lari ke kamar mandi. Setelah pulang dari kamarmandi, aku bertanya, "Ada apa?" Dia menjawab sambil menunjukkan CDmininya yang digenggam. "Waah, maninya Lud mulai keluar, CD-ku sampaibasah dan lengket jadi tak nikmat dipakai. Mungkin rokku juga basahbelakangnya." Ternyata betul bagian bawah vaginanya basah, karena Ludsudah hampir check in lalu kami berdua langsung pamit pulang dulusetelah dikecup bibirnya oleh Lud. Kami segera menuju mobil dan joktempat istriku duduk dilembari dengan kertas koran, hampir sampai dirumah istriku mengeluh lagi, "Aduh Pi, maninya keluar lagi rasanyabasah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit Pi!" Kukebut terus dansampai di rumah mobil kuparkir di tepi jalan dan istriku turun lalumenekan bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan segera istriku masuk kekamar utama kita dan masuk ke kamar mandi dalam tanpa ditutup pintunya.Karena anakku sedang tidur di kamarnya, aku langsung masuk ke kamarutamaku, kulihat istriku lagi melepas rok mininya lalu duduk di closet.

Melihat aku datang, istriku bilang, "Papi sini lho, lihat Pi pahakukena cendol maninya Lud dan itu keluar terus banyak." Kulihat pahaistriku dan bulu kemaluannya basah kena mani dan dari lubang vaginanyakeluar jatuh mani Lud yang seperti cendol itu. Melihat itu aku malahjadi nafsu, penisku jadi tegang, terpaksa aku melepas semua pakaianku."Papi pasti tegang toch kalau lihat vaginaku belepotan mani begini",kata istriku sambil mulai memegang penisku. Lalu kutarik lepas kaosistriku. "BH-nya jangan dulu ya supaya Papi lebih terangsang kalau Papimainan payudara Mami!" kata istriku. Istriku bilang kalau tadi malamsampai pagi tadi dia disemprot mani Lud sampai 7 kali, yaitu jam 8malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main saya nonton TV,jam 1 tengah malam waktu main di kamar saya, jam 3 fajar waktu penisLud tegang sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot ke mulutnya, jam 8pagi saat di dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu mau pulang."Hebatnya Lud itu sejak dari awal sampai yang terakhir semprotannyakeras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama, maka dariitu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat kutekan perutkudan mulai keluar terus maninya", kata istriku. "Mi, kalau sudah habiscuci dulu vaginanya, aku sudah nggak tahan nih."

Istriku buru-buru mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalukuangkat dia dan kuletakkan di atas tempat tidur. Tanpa tunggumacam-macam aku segera menaiki istriku dan kutancapkan penisku kevaginanya. "Wah Mi, vaginamu masih seret juga buat penisku, kukira jadilonggar kemasukkan penis gedenya Lud", kataku. Istriku lalu cerita,"Waktu penis Lud ditanam semalam suntuk dalam vaginaku, begitu mulaikurang tegangnya vaginaku kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanyasaja yang nyantol di bibir vaginaku dengan maksud supaya jangan sampailonggar liangnya. Apalagi Lud selalu pakai cincin bulu kuda itu kalaudi dalam banget geli rasanya kalau goyang sedikit, kalau di luar kuranggeli sebab yang kena cuma bibir vagina saja. Kalau mainnya Papi dan Ludsama saja, hanya Lud kalau sudah nafsu banget agak kasar mainnya, laindengan Papi tetap semangat tapi mesra. Hanya Papi punya kalah besar danpanjangnya saja, tapi Mami mau belikan alat yang bisa buat memperbesardan memperpanjang penis, tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supayapunya Papi bisa jadi panjang dan besar. Memang saat Lud mau menyemprot,Mami selalu tekan pantat Mami ke atas supaya penisnya bisa amblas masuksemua sebab kalau nyemprotnya di dalam rasanya hangat, nikmat dannikmat. Papi punya kalau nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agakencer juga bisa langsung kena mulut rahimku jadi hangatnya nikmat Pi."

"Pi ini lho selain leher buah dadaku juga dicupang oleh Lud, tapinanti Mami gosok dengan minyak kayu putih supaya cepat hilang", kataistiku sambil melihatkan buah dadanya yang dicupang.

Mendengar cerita istriku itu aku semakin menggebu mengangkatturunnya pantat dan segera hak BH istriku yang terletak di bagian depanitu kubuka hingga buah dadanya yang semakin kencang itu tak tertutuplagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan kugigit-gigitputingnya. "Aduuh Pi, nikmat banget Pi, aku sudah kangen denganpenisnya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya Pi, aku masihmerasakan seret gesekan penisnya Papi. Pi mau keluar ya? kok sudahanget banget penisnya?" tanya istriku. Benar juga tak lama lagicreett.. creett, maniku menyemprot. "Waah.. maninya Papi nyemprot kedalam, sebab semprotannya keras tapi agak encer. Bisa jadi satu denganLud punya nih!" kata istriku. Karena capai kami berdua tiduran tapiakhirnya tertidur juga.

TAMAT


Demikianlah Cerita Seru | Cerita Pesta Seks Aku, Istri dan Temanku 03, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Sru Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Dewasa Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina – 1

Kategori : Cerita Dewasa Setengah Baya
Dewasa17tahun.com | Cerita Dewasa Setengah Baya Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 1 - Cerita Dewasa berikut ini mengisahkan cerita setengah baya yang berjudul Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 1. Silahkan anda baca cerita dewasa setengah baya berikut.

Aku punya teman SD, Tina namanya. Sebenarnyaanaknya cukup manis dengan tubuh mungil, namun centilnya minta ampun.Ia pindah ke sekolahku saat aku duduk di kelas 5. Sejak pertama bertemuaku memang kurang suka kepadanya karena kecentilannya itu.

Sewaktu melanjutkan sekolah di SMP dan SMA kami berpisah. Namunsikapku terhadapnya tidak berubah. Aku tetap saja tidak suka kepadanya.Apalagi ketika SMA, aku merasa pergaulannya tidak baik. Tapi itu dulu,kalau sekarang tentu lain cerita.

Sampai ketika aku melanjutkan kuliah dan saat libur semester akupulang kampung. Malamnya aku nongkrong dengan teman masa kecilku disebuah warung gado-gado. Tinapun ada di sana sambil berbisik-bisikgenit. Ia tiba-tiba duduk di sebelahku.

"Hai Anto, apa kabar? Kelihatan gemuk sekarang deh," katanya sokakrab. Aku menjawab sekenanya saja, masih belum ada interestkukepadanya. Namun ia tidak menyerah dan bertubi-tubi bertanya tentangkeadaan diriku sekarang ini.

Akhirnya aku yang menyerah dan meladeni pertanyaannya. Ternyatasebenarnya asyik juga anak ini sekarang. Hanya mungkin image yangtertanam sejak kecil membuatku mengambil jarak terhadapnya. Ia perlahanmerapatkan duduknya ke arahku tanpa menarik perhatian orang lainnya.

Ketika warung mulai sepi, maka tangannya mulai nakal mengusappahaku dan memainkan bulu kakiku. Tentu saja penisku langsung berontak,membesar di balik celana pendekku. Ia tersenyum melihat bagian depancelanaku yang sedikit menggembung. Tak lama kemudian ia pulang karenasudah malam..

Akupun pulang dengan penis yang mengembang karena elusan tanganTina di pahaku tadi. Karena tensi sudah terlanjur naik ke ubun-ubun,maka malam itu kusemprotkan sperma dengan bantuan tanganku.

Malam-malam berikutnya aku jadi rajin ke warung gado-gado untuknongkrong dan menikmati elusan Tina di pahaku. Suatu ketika Tina pulangdan minta kuantarkan. Aku tentu saja dengan senang hati mengantarnyapulang.

Sampai di rumahnya disuruhnya aku masuk dulu dan duduk di ruangtamu. Ruang tamunya kelihatan sepi, tapi dari arah ruangan dalamkudengar pelan suara TV. Tak tama kemudian Tina keluar lagi dan kamingobrol sampai lama. Aku sudah mulai mengantuk dan beberapa kalimenguap. Tian kemudian membuatkanku segelas kopi. Sambil menunggu kopiagak dingin kami kembali ngobrol. Ia duduk di depanku hanya memakaicelana pendek dan kaus oblong.

Tangannya mulai iseng mengusap lututku. Dengan refleks kutangkaptangannya dan kutarik ke arahku. Ia tidak melawan tarikan tanganku danakibatnya sebentar kemudian ia sudah duduk dipangkuanku dan bibirkulangsung melumat bibirnya. Ia terkejut sebentar, namun kemudianmembalas lumatanku dengan ganas. Beberapa detik ia masih dudukdipangkuanku dan kami berciuman. Kurasakan ia tidak memakai BH. Akuterangsang dan napasku menjadi berat. Mendadak kami sadar dengankeadaan kami. Ia melepaskan pelukanku dan kembali duduk di tempatnyasemula.

Suasana menjadi kaku. Kami berdua sama-sama merasa kikuk dengan apayang telah kami perbuat baru saja. Begitu kopi habis, maka aku segeraberpamitan pulang. Ia mengantarku sampai ke sudut rumahnya. Di sanakupeluk dan kucium lagi bibirnya. Sekitar lima menit kami masihberpelukan di sana. Untung lampu di sudut rumahnya putus sehingga kamileluasa bercumbu di sana.

Akupun pulang dengan tersenyum. Kembali sampai di rumah denganbantuan tangan kukeluarkan lagi sperma sedari tadi yang sudah sampai diujung penisku. Kubayangkan Tina di bawahku sedang memekik-mekikmenerima penisku. Tiga malam berikutnya kami selalu bercumbu di sudutrumahnya. Ia mulai berani mengusap bulu dadaku dan menciumi putingku.Akibatnya tiap malam sepulang dari rumahnya spermaku kumuntahkan.

Malam terakhir kami bercumbu lagi. Ia merebahkan badannya melintangtelentang di atas kedua pahaku. Kubuka kancing kemejanya dan sepertibiasa ia tidak memakai BH. Kuisap putingnya yang kecil berwarnakemerahan itu. Tanganku menggesek bagian depan celana dalamnya.Kepalanya sudah mendongak pasrah, giginya menggigit bibir danmengeluarkan desahan lirih yang sangat menggoda.

Kubisikkan, "Kamu mau ini kita lanjutkan?"
"Kalau kamu mau kita lakukan di belakang rumah saja. Sepi dan gelapdi sana," katanya. Tiba-tiba saja aku bisa menguasai diri danberkata,"Tidak Tin. Cukup sudah sampai di sini. Aku tidak maumenanggung resikonya".

Akhirnya aku pulang.

Setelah kejadian itu maka setiap libur semester aku pulang kampungdan tak lupa lupa bercumbu dengannya. Meskipun aku sebenarnya sudahberpengalaman (setelah diajari Ibu Heni, alias Hanny), namun denganTina paling jauh hanya sebatas petting. Sebenarnya kalau aku mengendakilebih jauh Tina mau saja, karena iapun sudah sering melakukannya denganorang lain. Ia pernah mengajaknya bersetubuh. Kukatakan kalau akupunmau dengan syarat pakai kondom. Ia menolaknya.

Sampai suatu ketika kudengar kabar kalau ia menikah dengan seorangPNS. Selentingan yang beredar suaminya itu hanyalah korban daripermainannya. Sebenarnya banyak yang sudah mencicipi tubuhnya tetapi siPNS tersebut yang masuk terjebak dalam perangkapnya.

Waktupun berlalu dan aku sudah lulus dan bekerja di Jakarta. Ketikaada libur tiga hari berturut-turut aku pulang. Aku berjalan-jalan dantak terasa lewat di samping rumahnya. Kulihat ia ada di teras danmelihatku serta menyuruhku mampir ke rumahnya. Kami duduk di terassambil bercerita.

"Mana suamimu?" tanyaku.
"Nggak ada. Dia jarang pulang ke sini. Ia lebih banyak di kantor dan pulang ke rumah istri tuanya," katanya.

Ternyata suaminya terkena kasus indisipliner dan sekarang disuruhuntuk menjadi sopir atasannya. Aku baru tahu kalau Tina menjadi istrimuda. Ia mengingatkanku tentang apa yang dulu kami lakukan. Akupunmulai terangsang ketika dengan genit ia menceritakan kembali peristiwabeberapa tahun yang lalu.

"Kamu benar-benar mau? Kalau mau sejam lagi kita ketemu di terminaldan check in ke luar kota!" kataku. Kulihat matahari masih berada diatas kepalaku, berarti sekitar tengah hari.

Akhirnya kamipun bertemu di terminal dan meluncur ke luar kotauntuk mencari tempat menyalurkan hasrat kami. Di dalam bis sepanjangjalan ia terus mengusap pahaku dan sekali-sekali mencengkeram lulutkudengan kukunya. Aku menjadi terangsang sekali dengan ulahnya. Kubalasdengan menekan sikuku ke dadanya dan kuputar-putarkan. Kami salingmerangsang dengan cara kami.

"Aku mau nanti kita main dengan posisi nungging dan 69," kataku menggodanya. Ia mencubitku lalu berkata,"Kita lihat saja nanti".
"Kamu masih ikut KB?" kataku lagi.
"Nggak, untuk apa. Dia belum tentu sebulan datang tidur di rumah".

Dua jam kemudian kami sampai di kota tujuan kami. Turun dari bis aku langsung masuk ke apotik di depan terminal bis.

"Ngapain ke apotik?" tanyanya. "Hussh. Untuk pengamanan, kamu kan tidak ikut KB," kataku.

Sambil berjalan mencari hotel terdekat, para tukang becak di depan terminal berlomba-lomba menawarkan diri.

"Mari Pak, saya antar ke tempat yang bersih dan murah".

Mereka ini langsung tahu saja. Aku jadi berpikir apakah kami inikelihatan sekali sebagai pasangan selingkuh yang sedang mencari tempatberkencan.

Akhirnya kami mendapatkan sebuah hotel tidak jauh dari terminal.Kamarnya cukup bersih dengan satu ranjang king size. AC kamarkunyalakan dan udara dingin mulai menyebar di dalam kamar ini. Karenaperjalanan tadi cukup jauh maka tubuh kami rasanya lengket dengan debubercampur keringat.

Kuajak Tina untuk mandi bersama. Ia menolak dan menyuruhku mandiduluan. Aku melepas semua pakaianku di depannya dan masuk ke kamarmandi. Aku belum selesai mandi Tina menyusulku ke kamar mandi denganberbalut handuk sebatas dada. Segera kutarik handuk yang melilittubuhnya dan segera bibirku menyerang bibirnya dengan gencar. Iamembalas dengan ganas.

"Hmmhh. Masih pintar juga kamu bersilat lidah," godaku.
"Heehh. Kan kamu juga dulu yang ngajarin".
"Susumu masih kencang seperti dulu. Tapi sekarang agak lebih besar," kataku setelah meremas payudaranya dan mengecup putingnya.

Sambil mandi kami masih terus berciuman. Ketika aku akan berbuat lebih jauh lagi ia mendorongku.

"Nanti saja di ranjang. Kalau sudah selesai, sana ke kamar duluan," katanya.

Aku mengeringkan tubuhku dan langsung berbaring di atas ranjang.Udara kamar terasa dingin. Aku menarik selimut dan menutupi badankusampai ke dada. Tak lama kemudian Tina pun menyusulku masuk ke bawahselimut.

Ia berbaring menyamping di sebelahku dan tangannya mengusap buludada dan menggelitik putingku. Penisku yang sudah lama menantikan saatini segera saja langsung berdiri. Kubuka selimut yang menutup tubuhkami, dan kutindih tubuh mungilnya. Tina membuka lebar kedua kakinyasehingga penisku bisa menggesek rambut kemaluan di selangkangannya.

Mulutnya setengah terbuka menantikan serangan bibirku. Belum lagibibirku menempel di bibirnya, kepalanya sudah naik menyambut seranganbibirku. Kami saling menikmati rujak bibir ini beberapa saat. Sementaraitu penisku sudah tak sabar ingin segera melakukan penyerangan. Sejakdi perjalanan tadi Tina tak hentinya merangsangku di bagian paha danlutut.

"Tidak disangka. Dari dulu sudah mengarah namun baru kali ini kitabisa kenthu, bercinta," desahnya. Kenthu adalah bahasa slank di daerahJawa untuk bersetubuh.
"Tin, doggy dan 69-nya nanti saja ya. Kita nikmati dulu babak pertama dengan cepat!" bisikku.
"Ihh.. sudah nggak sabar lagi ya," katanya sambil mencium telinga, leherku dan kemudian singgah di putingku.
"Habisnya, sejak di bis tadi kamu sudah membuatku kepanasan".

Kuraih kotak kondom yang sudah kusiapkan, kubuka dan dengan cepatkupasang pada penisku yang sudah tegak menantang. Kutindih lagitubuhnya dan kubuka kakinya lebar-lebar. Kuarahkan penisku untukmenembus vaginanya. Rasanya sulit sekali untuk menembus liangvaginanya. Penisku sepertinya kehilangan arah untuk menemukan jalanmasuk liang kenikmatannya. Padahal dengan memakai kondom, kuharappermukaan kondom yang licin akan mempermudah pekerjaanku. Ia semakinmelebarkan kakinya dan tangannya membantu penisku menemukan lubangvaginanya.

"Dorong To.. Yaahkk.. Tekan.. Tekan kuat".


Ke bagian 2


Demikianlah Cerita Dewasa | Cerita Setengah Baya Aku Oase Para Wanita Bersuami 5: Tina - 1, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Khusus Dewasa Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita 17 Tahun Angela – 3

Kategori : Cerita 17 Tahun Daun Muda
Dewasa17tahun.com | Cerita 17 Tahun Daun Muda Angela - 3 - Cerita 17 Tahun berikut ini mengisahkan cerita daun muda yang berjudul Angela - 3. Silahkan anda baca cerita 17 tahun daun muda berikut.

Dari bagian 2

Malamnya kutelepon Angela. Kami setuju untuk pergi ke mall untuk berjalan-jalan. Angela mengenakan terusan model babydoll dengan panjang sampai 10 cm di atas lutut. Bahannya halus dan lembut. Pantyhose berwarna putih, ultra sheer, ditambah dengan sepatu tali berwarna putih yang melingkar sampai ke pertengahan betisnya, membangunkan penisku yang sedang tidur. Rambutnya terurai rapi, make up berwarna natural dan tipis, lipstick merah muda yang paling muda dengan wet look. Ketika masuk ke dalam mobil, dia menyapaku dengan manis dan manja.

"Sabar ya Ko Indra sayang.."

Angela mengatakan hal itu seolah-olah ia mengetahui apa yang sedang kupikirkan saat ini, yaitu berhubungan sex dengannya saat ini juga. Dengan tampang kecewa yang kubuat komikal aku mengeluh. Namun hal ini mengundang tawa bahak dari Angela.

"Apa tidak ada yang tahu kalau kita pergi bersama?" tanyaku.
"Tidak ada, aku cuma bilang mau bantu-bantu temanku yang mau married, jadi aku punya alasan untuk pulang sampai malam." jawab Angela sambil tersenyum manis.
"Angela, kamu benar-benar cantik, manis dan seksi sekali."
"Ko Indra bisa aja, kan aku dandan seperti ini cuma untuk Ko Indra."
"Memangnya kamu tidak pernah dandan untuk cowok kamu?"
"Cowok yang mana ya?"
"Kemarin katanya sudah punya?"
"Oh yang itu.. Sudah putus tuh.."
"Kapan?"
"Tadi malam." Angela menjawab dengan tenang.
"Boleh tahu kenapa?"
"Ko Indra lucu deh, pake acara nanya segala."

Aku menduga bahwa akulah yang menjadi alasan dari putusnya hubungan antara Angela dengan pacarnya.

"Gara-gara aku ya?"

Tiba-tiba saja Angela mencium pipi kiriku.

"Cuma Ko Indra yang bisa membahagiakanku."

Rasanya jantungku hendak meloncat keluar mendengar pernyataannya. Kuelus-elus pahanya yang dengan manis terbungkus oleh ultra sheer pantyhose berwarna putih sambil tersenyum manis.

Setelah beberapa saat, kami tiba di Plaza Senayan. Sambil bergandengan tangan kami memasuki pintu samping Plaza. Kami masuk ke Metro dan langsung menuju ke bagian pakaian dalam. Angela melihatku dengan senyumnya yang nakal. Kami mulai dari lantai dasar yang banyak menjual sepatu-sepatu wanita. Aku menyodorkan beberapa pasang sepatu tali yang sexy dan bagus. Ternyata Angela juga menyukainya dan aku membeli 2 pasang sepatu tali yang ber-hak tinggi dan sedang untuk Angela. Kemudian kami naik ke lantai atas untuk melihat-lihat stocking dan pantyhose yang dipajang pada counternya dan sibuk membahasnya. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli semua merk yang ada dalam beberapa warna. Namun kali ini Angela yang memaksa untuk membayar. Setelah itu kami makan siang di sebuah cafe di lantai atas.

Aku sengaja memilih tempat yang terletak disudut ruangan. Kami duduk di sofa yang menempel pada kedua sisi ruangan. Kami memesan dua piring spagheti, dan jus untuk makan siang kami. Setelah pelayan yang mencatat pesanan kami pergi, aku sibuk memeriksa sekeliling kami. Suasana masih sepi dan tidak ada yang memperhatikan kami, yang terpenting adalah taplak meja yang panjangnya sampai ke lantai. Benar-benar cocok untuk melaksanakan rencanaku. Dengan sekejap aku masuk ke bawah meja.

"Ko Indra.." Angela berusaha menyingkap kain yang menutupiku.
"Ssst.. Jangan keras-keras, nanti ketahuan.." Bisikku.
"Mau ngapain sih?"
"Ada deh.." Jawabku dengan senyum nakal.

Kurapikan kain penutup meja itu sehingga menutupi seluruh bagian pinggang Angela. Kemudian kubuka kedua kaki Angela yang menutupi selangkangannya. Lalu aku belai-belai vaginanya yang terbalut oleh pantyhose putih yang seksi.

"Ko Indra.. Jangan di sini nanti ada yang melihat.." Bisiknya.

Aku mengacuhkan bisikannya, karena aku merasakan bahwa Angela tidak memakai celana dalam dan pantyhose yang dikenakannya adalah yang 'sheer to waist'. Langsung saja kukulum vaginanya sambil membelai-belai kakinya yang panjang dan lembut.

"Ko Indra.."

Aku dapat merasakan sensasi nikmat yang menghanyutkan bersamaan dengan perasaan takut begitu pula dengan Angela. Kujilati seluruh bagian dari selangkangan Angela. Tidak lama kemudian aku dapat merasakan cairan manis yang khas mengalir dari vaginanya dan bercampur dengan kulumanku yang basah. Aku menjadi semakin bersemangat dan horny. Kupercepat kuluman dan tarian erotis lidahku. Sensasi yang menggelitik dan eksotis membuat tubuh Angela bergetar-getar. Aku yakin Angela pasti sedang berusaha keras untuk menahan ekspresinya dan menahan desahannya. Penisku meronta-ronta untuk keluar dari dekapan celana dalamku. Aku terus melahap Angela dengan penuh nafsu, dan tanganku tidak henti-hentinya membelai dan mengelus-elus kakinya.

"Silahkan Minumnya." Terdengar suara dari seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman.
"Terima kasih.." jawab Angela dengan suara yang sedikit bergetar.

Aku dapat merasakan Angela sedang menyedot jus yang baru saja di antar. Tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam taplak meja dan mengelus-ngelus kepalaku. Tidak lama kemudian terdengar lagi suara dari pelayan wanita yang sama, membawakan pesanan kami. Setelah meletakan pesanan kami, pelayan itu meninggalkan Angela.

"Sayang ayo dimakan dulu." Bisikku dari bawah.

Angela dengan kikuk mencoba memakan spagheti yang telah kami pesan. Dia berusaha untuk tenang dan mencoba menikmati makanannya. Aku tahu dengan pasti sensasi yang dihasilkan oleh vaginanya (dengan pertolongan lidahku yang nakal) telah mengambil alih kesadarannya. Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mendekat, bersamaan dengan itu pula kedua kaki Angela menjepit kepalaku dengan kencang. Akhirnya aku merasakan otot-otot pinggul dan kakinya berkontraksi dengan keras. Cairan orgasmenya mengalir makin banyak, kulahap semua sampai tak tersisa. Badan Angela sedikit berguncang dan mengeluarkan suara seperti tersedak.

"Apa Ibu tidak apa-apa?"
"Oh.. Tidak.. Cuma sedikit tersedak.." Jawabnya dengan gugup.

Tidak kusangka Angela masih dapat berbicara menutupi keadaannya yang sedang orgasme. Setelah beberapa saat, Angela mulai mengendorkan jepitan kakinya, otot-otot pinggulnyapun mulai rileks. Aku mengintip dari belakang kain untuk melihat keadaan dan langsung aku keluar dari kolong meja dan duduk di sebelahnya.

"Batuk ya?" tanyaku.
"Ko Indra! Hampir saja tadi ketahuan!" Serunya sambil mencubit kecil pahaku.
"Tapi seru kan?" jawabku sambil tertawa kecil.
"Iya.. Tapi sekarang waktunya pembalasan!"

Dengan cepat Angela memeriksa keadaan dan langsung turun ke bawah meja. Dengan cekatan Angela membuka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari kurungan celana dalamku. Langsung saja penisku berdiri dengan tegak. Tanpa mengulur waktu Angela mulai menjilati ujungkepala penisku, menikmati cairan pra orgasme yang telah membasahi kepala penisku. Lidahnya yang lembut dan hangat menari-nari indah, diselingi dengan kuluman yang dalam. Gerakan Angela sangat agresif seakan-akan ingin membuatk meledak saat itu juga. Aku tentu saja tenggelam dalam kenikmatan eksotis dan erotis yang diberikan oleh Angela.

Seperti halnya Angela, aku tidak dapat berkonsentrasi menikmati makananku. Untung saja porsinya sedikit. Seluruh badanku dipenuhi oleh listrik-listrik kecil yang semuanya menyerbu pusat saraf sensorikku. Tinggal suapan terakhir, oral yang diberikan oleh Angela membawaku ke puncak kenikmatan duniawi, yaitu orgasme. Badanku ikut bergetar dan menimbulkan suara. Aku berhasil menahan desahan nikmatku dalam-dalam. Seorang pelayan wanita datang untuk menawarkan tambahan minuman atau makanan.

"Tidak.. Sudah cukup.." dengan seluruh kesadaran yang tersisa aku menjawab.

Gelombang demi gelombang orgasme melanda penisku. Dengan setia Angela menampung semua itu di dalam mulutnya dan kemudian menelan madu murni yang keluar dari penisku. Setelah reda, dia masih saja menjilati dan menghisap penisku sampai kering, sampai semua madu yang melekat di penisku dihabiskannya, baru penisku yang masih setengah berdiri disimpan kembali ke dalam celanaku.

Aku memberinya isyarat untuk keluar. Dengan Senyum nakal yang manis, Angela berkata:

"Benar nih nggak mau tambah lagi?"

Kami tertawa terbahak-bahak sambil berpelukan. Setelah menghabiskan minuman kami, aku memanggil pelayan dan meminta bon.
Setelah membayar, kami berdiri, menenteng belanjaan kami, pada saat itu juga manajer cafe datang menghampiri kami.

"Terima kasih atas kedatangannya. Apakah rasa makanannya cocok?"
Dengan spontan kujawab, "Dessertnya enak sekali."
"Appetizernya juga enak." sambung Angela.

Dengan senyum nakal kami meninggalkan manajer yang sedang kebingungan karena jelas-jelas kami tidak memesan makanan pembuka maupun pencuci mulut.

Petualangan yang menegangkan di cafe tersebut ternyata makin membangkitkan nafsu horny kami. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton film di bioskop. Ternyata cara ini tidak banyak membantu. Film tidak kami gubris sama sekali selama hampir satu setengah jam kami bercumbu dengan liar. Leher dan kuping tidak luput dari kuluman kami. Jari-jari mungil Angela berkelana ke selangkanganku dan masuk ke dalam celanaku dan bermain-main dengan penisku. Jarinya yang halus dan lembut membelai-belai kejantananku, kadang-kadang membuat lingkaran-lingkaran kecil pada ujung kepala penisku. Benar-benar kenikmatan tiada tara. Tanganku tidak dapat menjangkau selangkangannya karena posisi duduk yang tidak memungkinkan.

Setelah film selesai, kami masuk ke kamar kecil untuk merapikan diri. Aku tidak mengalami orgasme, meskipun demikian itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Aku juga yakin pasangan yang duduk tidak jauh dari kami juga melakukan hal yang sama karena kami.

Setelah itu kami langsung menuju ke sebuah hotel yang telah kubooking pada waktu pagi tadi. Ketika pintu kamar ditutup dan dikunci, aku langsung menarik lengan Angela dan memeluknya dengan erat. Barang-barang belanjaan kami jatuh berceceran di lantai. Ku kulum bibir dan lidahnya yang lembut dan hangat. Aku tidak tahu Darimana asalnya french kiss, namun aku yakin orang pertama yang menemukannya akan langsung horny melihat adegan french kiss kami yang dipenuhi dengan hasrat dan nafsu.

Di sebelah pintu masuk terdapat sebuah lemari baju dengan kaca yang panjang. Posisi kami tepat di depan kaca tersebut. Aku melihat bayangan kami yang sedang bercumbu. Benar-benar pemandangan yang sangat erotis dan indah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidahku dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan dagu Angela. Lidah bidadariku pun tidak kalah lincah dan agresifnya. Semua dagu dan mulutku, bahkan sampai ke pipi ku basah semua. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar. Lidah kami akhirnya bertemu. Angela makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tangannya menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Kubelai kepalanya sambil meremas-remas rambutnya yang lembut, tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang bulat dan kenyal.

"Kohh.. In.. Dra.."

Tiba-tiba saja Angela menghentikan cumbuannya.

"Aku punya sesuatu untuk Ko Indra."
"Apa itu?" jawabku dengan tergesa-gesa, karena akuingin secepat mungkin bersetubuh dengannya.
"Lepas semua pakaian dan duduk di ranjang."

Aku ikuti permainannya dan melakukan apa yang ia minta. Penisku mencuat bagaikan tiang bendera. Angela menghampiriku dan berlutut dihadapanku. Bibirnya langsung mengecup kebanggaanku yang telah membuatnya tenggelam dalam lembah kenikmatan duniawi yang indah. Lidahnya menjilati kepala penisku, tepatnya menjilati cairan bening yang keluar dari celah penisku, kemudian mulutnya melahap selurh kepala penisku dan disedotnya sampai kering, tidak lupa lidahnya yang lembut dan basah menari-nari dengan sensual.

Kubelai rambut dan kepalanya.

"Angela.."

Dia melihatku dan tersenyum, kemudian bangkit dan mengulum bibir dan lidahku. Aku masih dapat merasakan aroma memabukan dari cairan pra orgasmeku yang bercampur dengan ludahnya.

"Ko Indra duduk di sini dan nikmati pertunjukannya, tapi tidak boleh dalam bentuk atau cara apapun merangsang atau menyentuh penis milikku."

Angela mengatakan itu disebelah telinga kiriku, sambil mengelus-elus kejantananku.

"Bagaimana Ko..?" angela menjulurkan lidahnya dan menjilat rahang dan kupingku.
"Ok." jawabku.

Dia tersenyum nakal dan genit. Sepertinya aku telah membangkitkan sisi nafsunya yang terpendam. Angela mengambil barang-barang belanjaan kami dan menaruhnya di depanku. Ia mengambil sebuah pantyhose berwarna hitam transparan dan mengeluarkan isinya. Angela menarik bangku meja rias dan menaruhnya di hadapanku, kemudian ia duduk menghadap ke kanan, sehingga sisi kanan tubuhnya ada di hadapanku. Kaki kanannya diletakan sedikit lebih maju dari kaki kirinya. Dengan perlahan ia menunduk dan tangannya membelai dan mengelus-elus betisnya yang ramping dan padat.

Terdengar suara gesekan halus yang terjadi karena gesekan antara tangannya dengan pantyhose yang ia kenakan. Suara ini bagaikan musik eksotis yang luar biasa, hingga cairan beningku kembali menetes keluar. Ia melihat ke arahku dan tersenyum manis.

"Apa Ko Indra suka?"

Aku hanya dapat mengagguk. Angela kembali mengelus-elus betis, pergelangan kaki, sampai jari-jari kakinya. Benar-benar pemandangan yang tidak ada bandingannya. Dia sengaja merangsangku.

Dengan perlahan-lahan dan anggun jari-jari mungilnya menarik simpul tali sepatunya yang terletak di tengah-tengah betisnya. Tali tersebut diletakan dengan lembut olehnya. Ujung kakinya ia kuncupkan dan perlahan-lahan ditarik mundur dari sepatunya. Ujung kakinya di daratkan di lantai dan kedua tangannya membelai dan memijat-mijat kecil tumit dan telapak kakinya. Kembali ia melihatku sambil tersenyum nakal. Ia berbalik ke arah kiri dan hal yang sama ia ulangi sekali lagi untuk kaki kirinya.

Penisku makin bertambah keras dan basah melihat pertunjukan erotis angela. Ia berdiri, baju baby doll putihnya ia angkat setinggi pinggang. Pantyhose putih transparannya yang sexy membuat mataku berkunang-kunang dan penisku meronta-ronta untuk dapat masuk ke dalam vagina Angela dan bersetubuh dengannya habis-habisan. Itulah rencana balas dendam ku karena angela telah dengan sengaja menggoda dan membuatku demikian terangsang.

Angela membelakangiku dan membungkuk sehingga pantatnya tepat di depan mataku. Ia turunkan pantyhose putihnya pelan-pelan. Ketika Pantyhosenya telah melewati selangkangannya, dengan jelas dapat kulihat vaginanya yang berwarna merah muda diseliputi oleh cairan hornynya yang membuatku ketagihan, dan mekar Dengan indah. Aku yakin Angela juga merasa terangsang dengan pertunjukan solonya. Satu persatu Kakinya diangkat dan keluar dari lapisan pantyhosenya. Setelah itu Angela melemparkannya ke ranjang di sebelahku.

Ia mengambil Pantyhose berwarna hitam transparan (ultra sheer) dan memasukan tangannya ke kaki bagian kanan pantyhose tersebut, ia raih ujungnya dan ia tarik ke atas. Angela kembali duduk di ujung bangku. Ia masukan ujung kaki kanannya ke dalam pantyhose dan tanganya menarik pantyhose itu ke atas mengikuti lekuk tumit dan betisnya sampai lutut. Dengan cara yang sama ia lakukan lagi dengan kaki kirinya sambil melihat kudengan tatapan penuh dengan nafsu. Pantyhose di tarik ke atas sampai ke pinggangnya. Angela merapikan pantyhosenya mulai dari ujung kaki sampai ke pangkal pahanya.

Penisku rasanya ingin meledak saat itu juga. Setelah rapi ia mengambil sepatu tali hitam dengan tumit tinggi dan memakainya dengan sensual. Ia jilat bibirnya untuk menggoda ku. Entah sudah berapa banyak cairan kenikmatanku mengalir. Baju babydoll nya ia rapikan kemudian dengan gaya seperti seorang peragawati Angela berjalan lenggak-lenggok di hadapanku.

Angela memang pernah menjadi model dan masuk TV. Warna hitam pantyhosenya tipis sekali sehingga hanya meninggalkan aksen hitam pada kakinya yang panjang. Dua pasang, tiga pasang.. Yang ketiga adalah sebuah stocking berwarna kulit sangat transparan yang terbuat dari bahan yang halus sekali. Saat ini juga, Angela telah telanjang bulat. Penis dan selangkanganku sudah basah total. Pikiranku hanya terfokus pada Angela bidadariku. Kuperhatikan wajahnya yang cantik dan manis seperti sedang menahan sesuatu. Setiap pasang pantyhose yang telah ia pakai semuanya meninggalkan bercak basah pada selangkangannya.

Stocking yang ia kenakan tidak dapat menahan cairan manisnya sehingga dengan sinar matahari sore aku dapat melihat dengan jelas ujung stocking bagian atas berwarna lebih gelap seperti terkena air. Tidak lain dapat kusimpulkan cairan itu berasal dari vagina Angela yang sudah sangat sensitif dan horny.

"Angela.."

Ia datang menghampiriku. Langsung kudekap dan kutidurkan Angela di atas ranjang. Kucumbu dengan penuh nafsu pelampiasan dan tangan kiriku mendarat di selangkangannya yang sudah banjir. Kuelus-elus bibir-bibir vaginanya.

Angela mendesah dan bergetar. Kukonsentrasikan jari tengahku pada klitorisnya. Kutekan dengan sedikit kencang dan kugetarkan tanganku. Angela mendesah dengan kencang dan dalam hitungan detik seluruh tubuh Angela menggeliat hebat dan otot-otot pinggulnya bergetar dengan kencang.

"Ko Indra..!" Angela meneriakan namaku.

Gelombang demi gelombang orgasme klitoris Angela membuktikan betapa nikmatnya kenikmatan seksual. Setelah hampir satu menit, orgasmenya mulai mereda. Ia menatapku dengan penuh kasih. Kumasukan jariku ke dalam vaginanya dan mencari titik G spotnya. Badannya kembali menggeliat dan desahan yang keluar bagaikan musik erotis di telingaku. Dengan variasi tekanan kurangsang daerah G spotnya.

Sampai pada akhirnya meledaklah orgasmenya. Kukulum payudaranya dan kuhisap kencang-kencang. Otot-otot dinding vaginanya berkontraksi kencang sekali mendorong jariku. Kupertahankan posisiku dan Angela meronta-ronta dalam kenikmatan orgasme yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Cairan yang hangat mengalir keluar dari dalam vaginanya. Aku berpindah posisi dan mengulum vaginanya dan madu murni yang keluar dari dalam. Lidahku kujulurkan dan merangsang kembali G spotnya. Angela kembali bergetar tiada henti. Cairan hangat itu kembali keluar tiada habis. Kuhisap dan kutelan semuanya.

Setelah puas, aku mengangkat kedua kakinya yang sudah lemas ke pundakku. Kepalaku berada di tengah-tengah kakinya. Kumasukan penisku. Mulutnya terbuka lebar namun tidak ada suara. Penisku menemukan surga didalam vaginanya. Kutarik keluar dan masuk lagi dengan lembut dan stabil. Ku belai dan elus kedua kakinya yang terbungkus stocking yang lembut dan seksi. Angela dengan pasrah menikmati percintaan ini. Matanya terpejam dan nafasnya pendek dan cepat. Aku juga tidak akan dapat bertahan lama setelah semua rangsangan visual yang ia berikan, namun aku mencoba untuk bertahan.

Vaginanya yang sudah terlalu sensitif langsung meledak lagi. Aku sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, karena dinding-dinding vaginanya meremas-remas penisku. Ku tarik penisku dan memasukannya ke dalam mulut Angela. Dengan setia ia menerima semua semburan orgasme ku dan menghabiskan madu ku. Badanku bergetar dan mendesah nikmat.

Angela membuka matanya dan menatapku dengan manis. Aku tahu dia pasti kelelahan karena mengalami orgasme kuat secara berturut-turut. Setelah bersih kukeluarkan penisku, namun Angela menolaknya. Dengan segenap tenaganya ia berbalik dan membaringkan aku di atas ranjang. Bidadariku terus memberikan oral pada kejantananku yang tetap keras. Lidahnya menelusuri seluruh bagian dari batang penisku. Makin lama Angela semakin fasih meng-oral seks penisku. Kuganjal kepalaku dengan beberapa buah bantal agar dapat melihat pemandangan yang indah ini. Bidadari cantik ku benar-benar sangat menikmati dan menyukainya.

Aku tidak ingin sensasi dan waktu ini berlalu. Aku benar-benar laki-laki yang beruntung. Menit-menitpun berlalu tanpa terasa. Orgasme kuat kembali mengambil alih tubuh dan pikiranku. Kali ini Angela sengaja mengumpulkan madu orgasmeku di dalam mulutnya, kemudian ia bermain-main dengan penisku dan spermaku. Hasilnya penisku berlumuran madu putihku. Sambil tersenyum dan memandangku ia menjilat dan menghisap habis semua madu yang berceceran. Meskipun telah berorgasme dan ejakulasi berkali-kali kejantananku masih menolak untuk istirahat dan tetap horny. Aku tidak mungkin melanjutkannya lagi karena Angela sudah lelah. Dia tertidur dengan senyum puas di dadaku.

Ke bagian 4

Demikianlah Cerita Dewasa | Cerita Daun Muda Angela - 3, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Khusus Dewasa Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Hot Kakak Iparku yang Kucinta

Kategori : Cerita Hot Sedarah
Dewasa17tahun.com | Cerita Hot Hubungan Sedarah Kakak Iparku yang Kucinta - Cerita hot berikut ini mengisahkan cerita hubungan sedarah yang berjudul Kakak Iparku yang Kucinta. Silahkan anda baca cerita hot sedarah berikut.

Sebelumnya saya memperkenalkan diri sayaseorang executive muda berumur tigapuluhan tahun. Peristiwa ini terjadisekitar tahun 1985 yang lalu dikala saya masih berpacaran. Pada saatitu saya mulai melakukan wakuncar setiap berakhir minggu danakhirnya saya mengetahui bahwa saya memiliki calon kakak ipar yangbahkan lebih menarik ketimbang calon isteri saya. Saya mulai berpikiruntuk mengalihkan perhatian saya kepada calon kakak ipar dan ia punmulai bereaksi. Dari sorot matanya ia memang juga tertarik kepada saya,bahkan selalu mau untuk diajak jalan-jalan bersama sekeluarga. Sayaterus mengadakan pendekatan dengan dia kemana pun dia pergi, namundengan tetap menjaga perasaan calon isteri saya. Sampai akhirnyasebelum rencana menikah dengan calon isteri saya, saya memberikan diakesempatan untuk berterus terang menanyakan dia apakah dia mencintaisaya? Namun ia dengan menangis ia membohongi dirinya dengan mengatakanbahwa ia tidak pernah mencintai saya, dan akhirnya saya memutuskanuntuk menikahi calon isteri saya atau adik kandungnya.

Selama pesta pernikahan ia terlihat murung dan berusahamenyembunyikan perasaannya, namun ia selalu mengawal kemana kami pergihingga pesta berakhir. Hal ini membuat saya merasa sangat berbahagiasepertinya saya menikahi dua gadis sekaligus. Waktu terus berlalu dansaya tidak pernah berjumpa lagi dengan kakak ipar saya.

Suatu kali, isteri saya melahirkan dan mertua saya memintanya untuk tinggal sementara di Pondok Mertua Indah sepulang dari rumah sakit bersalin. Hal ini membuat saya senang karenasaya membayangkan akan sering berjumpa dengan kakak ipar saya lagi.Rumah tersebut cukup besar serta dilengkapi oleh beberapa kamar mandidi lantai dasar dan di lantai atas. Pada suatu kali, secara tidaksengaja saya mendengar ada orang mandi di lantai dasar dan sepintasterlihat bahwa yang sedang mandi adalah kakak ipar saya. Jantung sayaberdegup keras karena baru kali ini saya melihat pemandangan yangsangat luar biasa. Mula-mula dia menanggalkan seluruh pakaiannya, lalumulai menyirami tubuhnya yang putih mulus dengan air dan mulaimenggosoknya secara lembut dengan sabun. Diusapnya wajahnya dengansabun, lalu diangkatnya ketiaknya dan diusapkannya terus kepayudaranya.

Disinilah ia mulai mengelus dan memijat payudaranya selama beberapamenit dan ia terlihat sangat menikmatinya. Lalu diangkatnya sebelahkakinya ke atas bath cuip dan ia mulai menggosok bagian selangkangannya. Mulai dari ujung kaki,naik terus dan sampailah pada gundukan rambut lebat dan digosoknyaperlahan-lahan dengan lembut dan berkali-kali. Tiba-tiba kepalanyamenengadah dan bibirnya mulai mendesis perlahan. Ia terlihat sangatmenikmatinya. Setelah itu ia mengambil sebaskom air mawar dandibasuhnya bagian kewanitaannya yang sangat sensitif itu. Mungkin agarbagian tersebut menjadi harum baunya. Jantung saya berdegup sangatkeras dan hampir hilang kesadaran saya melihat wanita yang saya cintaiberada dalam keadaan tanpa busana dan melakukan sesuatu yang sangat exciting di hadapan saya.

Setelah kejadian itu, saya makin sering berusaha menunggu waktu iamandi dan semakin sering saya mencuri-curi pandang kepadanya namun iasepertinya telah kehilangan semangat dan tidak mau secara langsungmembalas isyarat dari saya. Di hadapan isteri saya ia selalu memujibahwa saya dikatakan tampan oleh kawan-kawannya yang menjenguk isterisaya dan kawan-kawannya senang mengobrol dengan saya. Saya merasabangga dan merasa yakin bahwa ia juga mencintai saya hingga suatuketika isteri saya pergi ke rumah sakit dengan diantar oleh mertua sayadan rumah dalam keadaan sepi karena semua penghuninya belum pulang daritempat pekerjaan masing-masing. Pada saat itu saya baru saja pulangdari kantor dan langsung menuju ke kamar kami. Belum sampai ke kamar,saya melewati kamar kakak ipar saya yang pintunya terlihat terbuka.Dengan rasa penasaran, saya mengintip ke dalam dan saya melihat iasedang tertidur dengan mengenakan baju yang tipis dan minim hinggatersingkap pahanya yang putih dan mulus dan buah dadanya yang kencangmenantang. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, saya masuk ke kamarnyadan menguncinya. Mula-mula saya mengelus kakinya sampai menuju pahanya.Di sini ia mulai bereaksi dan mulai terbangun. Ia sangat terkejutketika melihat saya ada di sisinya, namun saya tidak memberikannyakesempatan lagi untuk berbicara dan segera menyumpal bibirnya denganciuman.

Mula-mula ia meronta, "Ugghh.. ughh.. ughh.." namun akhirnya iapasrah saja untuk saya ciumi. Mulai dari lehernya saya ciumi, sementaratangan saya mulai meraba pahanya yang mulus sampai ke pangkal pahanya.Kancing bajunya saya preteli satu persatu hingga tinggal BH dan CD-nyasaja yang tertinggal. "Jangan Dre.. nanti ada orang.." gumamnya, namunsaya tidak menjawab tetapi terus aktif bekerja di selangkangan sertamulai menghisap pentil payudaranya yang kecil mungil berwarna pink mudadengan lingkaran coklat transparan.
"Ugghh.. Ughh.. sst.. sst.. sst.." dia menggerinjal ketika jarisaya mulai menyentuh bibir kemaluannya yang sudah basah berat.Pantatnya mulai diangkat menandakan ia sudah lepas kendali danmenikmati permainan ini. Putingnya mengeras dan ia mulai menekan kepalasaya agar saya lebih keras lagi menghisap putingnya. "Auchh.. sst..sst.. sst Dre", rangkulannya semakin kuat dan bibirnya semakin ganasmencium seolah tak ingin berpisah lagi selamanya. "Dre.. Dre.."berkali-kali ia bergumam, lalu secepat kilat ia menangkap batangkemaluan saya dan mulai meremas-remas. Seketika itu juga ia melorotkancelana saya dan membuka baju saya dan mulai mengarahkan batang kemaluansaya ke liang kemaluannya.
"Jangan San.. jangan, kamu kan masih perawan."
"Tidak apa-apa Dre, kamulah cinta saya yang sejati, milikilah saya walaupun saya tidak dapat memilikimu Dre.."
Lalu ia pun memeluk saya semakin kuat dan membimbing batangkemaluan saya masuk ke dalam lubang kemaluannya dan bersatu dengantubuhnya dalam awan-awan surgawi.

Saya mulai mengegesek-gesek bagian luar kemaluannya dan mulaimenekan sedikit demi sedikit. Ia semakin menggelinjang dan secepatkilat mencengkram pantat saya dan menekannya ke bawah hingga seluruhbatang kemaluan saya terbenam ke dalam miliknya. "Ssst.. sst.. sst..aacch.." ia merasakan sedikit kesakitan namun rasa nikmat mengalahkanrasa sakitnya. Saya mulai mencabut kembali batang kemaluan saya danmulai memompa naik turun, hasilnya ia mulai meracau tidak terkendalilagi. "Dre.. aach.. saya sayang kamu Dre.. saya cinta kamu Dre..milikilah saya Dre.." pantatnya ikut diangkat naik turun mengikutipergerakan saya semakin cepat hingga akhirnya ia memeluk sayasekencang-kencangnya serta melumat bibir saya sekuat-kuatnya laluberkejut-kejut dan akhirnya hening. Saya menyadari kalau ia telahmencapai orgasme, maka saya meneruskan memompa dan ia pun mulai kembalilagi mengikuti irama saya. Akhirnya saya merasakan sesuatu mendesak diujung batang kemaluan saya dan ia pun memeluk saya semakin kuat hinggaakhirnya "Srreett.. sret.. ssrett.. Aachh.." seperti tanggul bobol kamimerasakan orgasme bersama. Tubuh kami menyatu bermandikan peluh.

Rasa puas, senang, bersalah berkecamuk menjadi satu di antara kami.
"Dre.. anggaplah kita tidak pernah melakukan hal ini walaupun sayasecara sadar mencintaimu, namun saya tidak mau menyakiti perasaan adiksaya. Biarlah cinta kita menjadi cinta sejati dan akan kukenang sampaiaku mati."
"San maukah kamu menjadi isteri saya yang kedua dan tinggalbersama kami? Saya berjanji akan membahagiakan kamu bersama adikmumenjadi satu keluarga."
"Tidak Dre, lebih baik saya pergi daripada menyakiti perasaan adiksaya karenanya kamu harus menjaganya dan membahagiakannya selamanya,berjanjilah.." Saya hanya mengangguk mengiyakan.

Seminggu kemudian, isteri saya memutuskan untuk kembali ke rumahsendiri karena sudah cukup kuat untuk melakukan kegiatannya sehari-haridan sejak itu pula saya tidak pernah bertemu dengan kakak ipar saya.Tiga bulan kemudian, saya mendengar kalau kakak ipar saya dilamar olehseorang duda tua seorang pengusaha yang sukses.

TAMAT


Demikianlah Cerita Hot | Cerita Hubungan Sedarah Kakak Iparku yang Kucinta, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Hot Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Panas Pemerkosaan Dian – 2

Kategori : Cerita Panas Pemerkosaan
Dewasa17tahun.com | Cerita Panas Pemerkosaan Pemerkosaan Dian - 2 - Cerita Panas berikut ini mengisahkan cerita pemerkosaan yang berjudul Pemerkosaan Dian - 2. Silahkan anda baca cerita panas pemerkosaan berikut.

Dari bagian 1

Dian terpucat melihat foto-foto yang diletakkan Romi diatas meja. Itufoto telanjangnya dan foto-foto adegan ketika ia digagahi beramai-ramaioleh orang malam itu.

"Nah, Dian sekarang nurut bae.. Tenang bae, aku janji tidak maen kasar." Romi menyeringai sambil mengelus paha Dian.

Dian memang disuruh menjaga rumah itu sendirian bersama keduaponakannya yang masih kecil yang sudah tidur. Hujan turun deras membuatudara malam itu dingin menggigit. Dian diam pasrah ketika Romimenariknya ke belakang.

"Tenang be Dian, kalau tidak nurut foto kau, kusebarkan di kampung kau. Biar tahu kalau kau biso dipakek."
Romi menarik Dian kedapur, pintu depan belum ditutup. Dian mendesis tak berdaya.
"Tenang bae, Dian. Aku cuma sebentar.."

Romi mulai meraba-raba payudara Dian yang kencang, Dian memangsudah bersiap tidur hanya mengenakan t shirt dan celana pendek saja.Puting susu Dian yang runcing tampak menonjol keluar ketika Romi terusmenggerayangi dada Dian. Dian me ng gigil ketika baju kaosnya ditarikke atas lepas oleh Romi. Dengan tangannya Romi menarik tangan Dian yangberusaha menutupi dadanya yang telanjang kemudian mulai menggerayangipayudara gadis itu dengan mulut dan lidahnya.

Dian hanya dapat tersandar ketembok yang dingin sambilmeringis-ringis ngilu ketika Romi menggigiti putingnya sementaratangannya dengan leluasa memelorotkan celana pendek Dian hingga jatuhke lantai. Romi terbelalak melihat celana dalam sutra Dian yangberwarna putih dengan motif bunga itu begitu mini dan seksi. Tanpamenunggu lagi jilatan Romi turun ke perut Dian yang rata, pusarnya,kemudian lambat laun celana dalam Dian menyusul jatuh ke lantai. Romimelempar semua busana Dian jauh ke sudut. Dengan sedikit paksaan Romimembentang paha Dian kemudian menjilati vagina Dian

"Ohkk.."

Dian terdongak merintih ngilu, antara rasa nikmat, marah dan malumenguasai dirinya ketika kedua tangan Romi mencengkeram pantatnya,membuka lebar vaginanya kemudian menjilatinya dengan bernafsu. NafasDian terengah-engah tak terkendali mencoba menahan dirinya agar tidakterangsang.

Romi berdiri kemudian membuka baju dan celananya, hingga pakaian dalamnya, kemudian memegang penisnya yang panjang dan besar.

"Isep Dian, ayo. Kalau tidak ingin dikasari."

Dian terpaksa berlutut dihadapan Romi, kemudian mulai menjilatibatang penis Romi. Dian memejamkan matanya kemudian mulai mengocok Romidengan mulut dan lidahnya. Romi menjambak Dian kemudian menggerakankepala Dian maju mundur, menyetubuhi mulutnya. Suara berdecak-decakterdengar jelas disela deras air hujan. Dian berusaha semampunya agarRomi puas dan berhenti, ia menjilat, mengulum, mengocok sebisanya,mengingat film-film BF yang pernah dilihatnya. Romi mengerang-erangnikmat, tubuhnya sampai tersandar ke meja dapur,
"Ahh. Ohh. Diann. Kau memang seksi dan pintar.. Ohh.."

Tiba-tiba Romi menarik tubuh Dian kemudian mendudukkannya di atasmeja pantry. Dian hanya diam sambil terengah-engah ketika Romimengangkangkan kedua pahanya kemudian mulai menekan pinggulnya. Dianmeringis ngilu ketika penis Romi yang keras dan besar itu menerobosvaginanya. Romi mulai menyetubuhi Dian, memperkosanya denganbertubi-tubi. Dian hanya mendengus-dengus menahan diri. Kedua tangannyamencengkeram pinggiran meja dengan kencang. Peluh membasahi tubuhmereka berdua. Dian memejamkan matanya berharap Romi selesai, sementaralelaki itu terus menyentak-nyentak, mengeluar masukkan rudalnya kedalam tubuh Dian yang padat dan langsing.

Dian terperanjat ketika membuka matanya, Ada lima lelaki bertubuhbesar telanjang bulat di dapur itu! Ternyata Romi membawateman-temannya dan mereka menunggu di mobil.

" Apa-apaan ini, Romi!!" Dian berontak melepaskan diri.

Tapi ia tersudut disudut ruangan. Keenam lelaki itu mengepungnya.

"Sudahlah Dian. Kalau kau njerit tidak ada yang denger jugo. Palingponakan kau tula. Pintu depan la kami kunci, lampu la kami matike. Kaupasti dikiro sudah tidur.. He.. He. Nurut bela.., aku janji tidakkasar, entah kawan-kawan akuni..!"

Romi dan kelima temannya menyeringai bernafsu. Tubuh Dian lemas, iatak dapat melakukan apa-apa lagi selain pasrah. Tangannya ditarikketengah ruangan, kemudian disuruh berjongkok.

"Ayo! Sedot punyo kami sikok-sikok!"

Enam batang penis disodorkan diwajah Dian. Dan sambil menangis Dian terpaksa mulai meng'karaoke'nya bergantian.

"Ohh.. Hebat nian Romi, betino kauni!!"
"Akhh. Aku.. Nak. Keluarr.."
Srett.. Srrtt..
Kepala Dian dipegangi beramai-ramai sehingga ia terpaksa menelan sperma mereka satu demi satu.
"Kato kau segalo lubang Dian ni biso dipakek?"
"Iyo! Ayo kito juburi rame-rame..!!"

Dian menangis mendengarnya, "Jangann.. Ampun.. Sakit.."

Dengan cepat mereka menarik tubuh Dian dan menengkurapkannya dilantai. Kelima lelaki itu mengeroyoknya, ada yang memegangi tangannya,menahan kakinya dan menunggingkan pantatnya, ada yang menahan kepalanyahingga Dian benar-benar tak dapat bergerak. Salah seorang dari merekamengambil botol minyak goreng di dekat kompor.

"Kami baik kok, Dian, biar tidak sakit, kami minyaki dulu."

Yang lain tertawa tawa, Dian dapat merasakan minyak goreng itudituangkan dibelahan pantatnya, kemudian terasa jari jemari merekamengusap-ngusap pantatnya, membukai lubang anusnya kemudianmenusuk-nusuknya beramai-ramai. Dian menangis dan merintih nyeri ketikalubang anusnya dibuka paksa oleh jari-jari itu. Setelah dirasa cukupsalah seorang dari mereka mulai berlutut dibelakang Dian tepatdibelahan pantatnya. Dian hanya dapat melolong dan menangis tak berdayaketika dirasakannya batang kemaluan itu melesak masuk ke duburnya.

Dian mulai disodomi dilantai dapur itu. Sebuah penis disodorkan diwajahnya.

"Isep dulu Dian, kalau tidak kami sodomi serempak tigo!!"

Dian terpaksa mulai megulum-ngulum penis lelaki yang berlututdihadapannya. Sementara lelaki yang dengan kasar menyodominya terusmenyentak-nyentak. Dian melihat sekilas salah seorang dari merekamengambil sebuah terong panjang besar berwarna ungu dari kulkas.Tiba-tiba dirasakannya sesuatu yang dingin dan keras menerobosvaginanya.

"Nghh..!!"

Dian hanya mampu melenguh perih karena mulutnya terbungkam. Seoranglelaki mengeluar masukkan terong itu ke vaginanya sementara duburnyadisodomi.

"Biar tepakek galo lubangnyo!!"

Mereka tertawa-tawa puas. Tiba-tiba lelaki yang sedang menyodominyamengerang dan menyodok dengan keras. Dian dapat merasakan cairan spermayang hangat tumpah di anusnya. Kemudian rekannya segera mengambil alihposisinya menyodomi Dian. Tiba tiba lelaki yang dari tadi di'karaoke'oleh Dian berbaring terlentang, dengan isyarat ia me mi ntateman-temannya menarik Dian ke atas tubuhnya. Kemudian menarik tubuhDian hingga penisnya masuk ke vagina gadis itu. Bless.

"Aarhh..!!" Dian mengerang kesakitan, sebelum sebuah penis lagi maenyumbat mulutnya.

Dian kembali diperkosa tiga orang sekaligus. Payudaranyadiremas-remas dengan kasar hingga Dian merasakan sakit bukan hanya daridubur dan vaginanya yang dikocok paksa tapi juga dari buah-dadanya yangdipilin dan diremas dengan kasar. Tiba-tiba kedua tangannya ditarikkemudian dilumuri minyak sayur. Kemudian dipegangkan pada penis dualelaki lain. Dian tertelungkup, dipeluk erat dari bawah, sementaravaginanya dipompa dengan kasar, seorang lagi menyodominya sepertibinatang, seorang lagi memaksanya menghisap penisnya, menyetubuhi mulutDian dengan menjambak rambutnya, sedangkan dua lagi minta dikocokdengan kedua tangan Dian.

Dan setiap salah seorang mencapai kepuasan, yang lain segeramenggantikan posisinya, hingga pagi menjelang. Matahari mulai munculketika Romi menyentak-nyentak dubur Dian dengan keras dan

"Oohh.."

Ia menyemburkan spermanya dipantat Dian. Dian pingsan. Iatertelungkup telanjang bulat diatas lantai. Sperma berlepotan di perut,punggung dan wajahnya.

Mereka tidak sadar jendela terbuka dengan lampu menyala. Beberapapemuda di rumah sebelah menyaksikan semuanya. Bahkan mereka memfoto danmemfilmkan kejadian itu. Bahkan dengan aneh, Romi membiarkan pintudapur terbuka ketika pulang.

Keenam pemuda berandal itu segera bergegas ke rumah Dian. Dian barusaja sadar. Dubur dan vaginanya perih. Ia tertelungkup di lantaidapurnya, telanjang. Sperma kering berceceran di sekujur tubuhnya. Iatersentak ketika lampu blits menyala. Betapa terkejut Dian melihat enampemuda tetangganya berdiri mengelilinginya, sibuk memfoto tubuhtelanjangnya sambil menyeringai.

"Kami liat galo Dian."

Mereka tersenyum mesum sambil menatap tubuh Dian.

"Ternyata kau biso dipeke jugo.."

Dian menangis tak berdaya ketika mereka membopong tubuhnya ke kamartidurnya. Tubuhnya masih lemas. Dengan mudah tubuhnya ditelungkupkandiatas ranjangnya.

"Jangann. Gek ponakan aku bangun.. Jangan.." Dian menangis tak berdaya.

Ia tahu mereka tak segan-segan menyebarkan fotonya. Jika itu terjadi entah bagaimana nasibnya di kampung itu.

"Diem Dian, gek kami jago supayo mereka dak masuk. Sekarang nurut bae.."

Seseorang dari keenam pemuda itu membuka ccelananya. Mengangkat pantat Dian. Kemudian mulai menyodomi anus Dian.

"Uhh uhh! Uhh!" seperti binatang ia mulai menyentak-nyentak dubur gadis itu.

Wajah Dian terbenam diatas kasur, meringis dan menangis takberdaya, sementara kelima pemuda lain telah membuka celanamasing-masing sambil mengocok kemaluannya memperhatikan Dian yangterengah engah tak berdaya. Anusnya perih dan kesat. Hingga tiba-tibapemuda itu menekan keras. Dian menggigit seprei menahan sakit. Spermapemuda itu muncrat mengisi anus Dian, bertubi tubi.

"Aaahh.. Alangkah enaknyoo."

Ia terkulai lemas. Menarik penisnya dari anus Dian. Begitu pemudapertama selesai, yang kedua segera mengganti posisinya. Menyodomi Diandengan brutal. Dian hanya bisa melolong tertahan. Tertelungkup sambilmenggigit sepreinya kencang. Keenam pemuda itu menggilir Dian dipantatnya. Cairan sperma kental mengalir keluar dari duburnya, bahkanketika pemuda terakhir mencabut penisnya, Dian tak sadar mengeluarkankotorannya. Muncrat bersamaan dengan sperma pemerkosanya.

Mereka berenam tertawa. Dian lemas ketika dilentangkan. Kemudian lelaki yang selesai meyodominya tiba-tiba duduk didada Dian,

"Ayo suruh ngisep taiknyo dewek!" penisnya yang berlumuran kotoranDian yang kental kuning dan bau itu disodokkan ke mulut Dian. Sementararekannya yang lain memeggangi kepalanya. Dian terbelalak dan merontaronta. Lelaki itu menyetubuhi mulutnya. Dan Dian dapat merasakan cairanasam, pait dan busuk itu memenuhi mulutnya. Dian meringis menahanmuntah. Tapi mereka tak peduli. Dian tergeletak tak berdaya di atasranjangnya. Keenam pemuda itu segera keluar. Diluar suasana mulairamai.

"Dian, kalau tidak galak diglir sekampung, layani kami berenam!!Setiap kami ingin!" Ancam mereka. Dan Dian hanya sanggup menangis.Sejak kejadian malam itu Dian tak menyadari bahwa foto-fotonya sengajadisebar semua pemuda berandal di kampungnya. Dan Dian tak bisa berbuatapa-apa selain pasrah.

Ke bagian 3


Demikianlah Cerita Panas | Cerita Pemerkosaan Pemerkosaan Dian - 2, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Panas Lainnya di Dewasa17tahun.com.

Cerita Seru Aku, Istri dan Temanku 02

Kategori : Cerita Seru Pesta Seks
Dewasa17tahun.com | Cerita Seru Pesta Seks Aku, Istri dan Temanku 02 - Cerita Seru berikut ini mengisahkan cerita pesta seks yang berjudul Aku, Istri dan Temanku 02. Silahkan anda baca cerita seru pesta seks berikut.

Sambungan dari bagian 01

Selesai itu lalu Lud tidur dan istriku diminta menungging agak dibawahnya sehingga mulutnya pas depan penisnya dan aku dimintamengerjakan vaginanya dengan penisku. Saat menungging kelihatan buahdada istriku menggantung bebas dan langsung saja ditangkap dengan keduatangan Lud dan terus diremas-remas. Istriku tanpa komando langsungmencaplok penis Lud yang mulai agak tegang dan mempermainkannya denganmulut dan lidahnya. Lubang penisku dibuka-buka dengan ujung lidahnyadan kadang-kadang dikocok naik turun dengan mulutnya sehingga Ludmengerang nikmat. Aku sendiri langsung tegang keras dan teruskuhunjamkan maju mundur ke vaginanya. Mendapat dua penis yang sekaligusmengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istrikutampak bernafsu sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedangvaginanya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istrikukadang-kadang tak menghisap penis Lud tapi memepetkan buah dadanyakepenis Lud dan ditaruhnya di belahan buah dadanya dan digosok-gosokdengan buah dadanya.

Melihat itu lalu kupegang pantat istriku dan langsung kugoyangkanmaju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok penisLud dan vaginanya mengocok penisku. Praktis kami laki-laki berdua diamhanya dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat penis dualaki-laki dan kulihat vaginanya makin banyak dengan santan kental yangberwarna putih seperti susu. Aku bilang, "Waduuh Lud, santannya Hwamulai keluar dan kental sekali Lud". Langsung dia bilang, "Aku jugategang banget penisku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya olehHwa, ayo kita ganti posisi." Temanku usul supaya istriku jangan capaisebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruhyang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisamenapak ke lantai. Temanku nanti akan menancapkan vaginanya dari bawahsambil memegang dan membentangkan kaki istriku. Dan aku yang bertugasmengisi mulut atas dengan penisku dengan jongkok tepat di atas buahdadanya sehingga penisku tepat di hadapan mulutnya.

Penisku juga langsung dicaplok oleh Hwa yang sudah memuncaknafsunya, baru beberapa saat Hwa melepas penisku dan mengaduh, "aachh..Lud!" Aku melongok ke belakang ternyata Lud masih sibuk mau memasukkanpenisnya sebab belum bisa masuk, yaah karena kelewat besar bendolankepala penisnya saat tegang banget itu kira-kira ada 5 cm diameternya."Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu", katanya."Masak toch padahal sudah kumasukan penisku dan sudah ada santannyalho", sahutku. Lalu temanku ambil botol kecil isi minyak dan dioleskankepala penisnya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong darikaret dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira-kirapanjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira-kira 10 cm.

Kemudian dipakaikan ke penisnya hingga batang penisnya sebagiantertutup dengan longsong berbulu itu. "Ini supaya Hwa mendapatkenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Hwa?" katanya sambilditunjukkan ke istriku penisnya yang sudah gede dan panjang lagi hitamitu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehinggabenar-benar menakjubkan kelihatannya. Istriku bilang, "Waah kayak aparasanya nanti Lud, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi yaLud air mani dan santanku!"
"Oke" sahutnya. Lalu Lud mengangkat dan mementang lagi kakiistriku dan ujung penisnya ditempelkan tepat di lubang vagina istrikuyang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam. "aacch.. Lud, masukLud penismu", kata istriku. Memang kepala penisnya Lud sudah masuk laludigoyang-goyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala penisnya supaya agakterbiasa. "Waduh Lud, Pi, rasanya seret sekali bibir vaginaku bisamerasakan bentuk penismu Lud", kata istriku sambil matanya terpejam danmenggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang penisnyayang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.

Setelah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi, "Aduh Pi, penisLud mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku.Enaaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu",dengan penis tetap terbenam penuh Lud mulai menggoyangkan pantatnyanaik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga penisnya menyapuseluruh dinding vagina istriku. Tangan istriku mulai meremas kain spreidan minta penisku untuk dihisapnya. Penisku juga dipermainkan denganlidah, lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Akusambil melihat ke belakang, kulihat penis Lud mulai digoyangkan keluarmasuk sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihatbulunya banyak santan istriku yang menempel. Setelah gampang masukkeluar penisnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapakkakinya manjat di pinggir kasur sehingga tangan Lud langsung meremasbuah dada yang ada di bawah pantatku.

Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah mengaduh, "Aah.. aah,aku mau klimaks, Lud, Pi!" Benar juga sekejap lagi istriku tampak lemassehingga menghisapnya kendor dan Lud berkata, "Gila An, pijatan vaginaistrimu kuat sekali di penisku." Memang kalau klimaks istriku vaginanyamemijit penis dengan kuat dan nikmat rasanya. Setelah agak kuat,istriku bilang, "Pi, Lud tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudahpengin hangatnya manimu sekalian." Aku tanya pada istriku, "Mi, gimana?Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 penis sekaligusterlaksana?"
"Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luarbiasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 penis, apalagi adayang gede-gede. Mami jadi kepingin terus", sahutnya. Lalu Lud sudahmulai menggenjot lagi vagina Hwa dengan penisnya dan penisku dihisaplagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi,istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang, "Ayo An, sekarangkita puaskan Hwa dengan semprotan mani secara berbarengan."

Lud mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehinggaistriku sering menggelinjang tubuhnya dan penisku mulai dihisap lagisambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah dada istrikutetap menjadi bagian dari tangan Lud yang tak bosan-bosanmeremas-remasnya. Makin lama Lud semakin cepat dan semakin kerasmenghunjamkan penisnya ke vagina Hwa dan mulai mendengus-dengus sepertisapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan penis terus dikocokoleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi, creet.. creet.. cret,maniku menyemprot masuk ke mulut istriku. Karena seminggu takbersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istrikupenuh dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu peniskukukeluarkan dari mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubangpenisku kugeser-geserkan ke bibir istriku dan langsung ditelan semuamaniku. Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh daritemanku, "Uuuh.. uuhh.. uuhh", sambil menekankan kuat-kuat penisnyayang terbenam itu ke vagina istriku. Dan tiap kali Lud mengaduh istrikupun ikut mengaduh, "aah Lud.. aahh Lud.. aah Lud." Jadi rupanya tiapkali semprotan mani Lud terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalurebah tidur sebelah istriku dan temanku juga langsung rebah menindihtubuh istriku.

Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masihmeremas buah dada Hwa. Kemudian tubuh Lud dipeluk erat oleh istriku dankakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Lud dengan maksud agarpenisnya jangan buru-buru dicabut dari vaginanya. Kira-kira sampai 5menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafastersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cucidan ternyata Lud dengan merangkul istriku juga ikut ke kamar mandiuntuk cuci bersama. Untuk mencuci penis-penis, istriku yang bertugaskarena kepunyaan Lud yang banyak belepotan santan dari mani istrikumaka penisnya yang dicuci dulu. Kulihat dari vagina Hwa meleleh sedikitmani yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir vaginanya memerah.

Istriku bilang, "Ya Pi bibir vaginaku merah? Itu gara-gara penistemanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir vaginasampai dinding dalam vagina seret terus, sehingga vaginaku bisamerasakan lekuk-lekuk penis Lud."
"Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?" balas Lud. Istriku tertawatanda setuju, sambil terus mencuci penis Lud dan kemudian penisku.Setelah itu giliran istriku vaginanya mau dicuci oleh tamanku, istrikududuk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian vaginanya dicuci danjari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil mani yangmenempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke istriku.Istriku bilang,
"Wah Pi, maninya Lud ngendon dalam vaginaku nih sebab tadisemprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikitsekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangatdan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai rasanyamasuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?"
"Biarin saja lama-lama kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi."
"Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke vaginamu", sahut Lud. Istriku menjawab,
"Betul Lud, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas."

Setelah selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata,
"An, kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengahbaya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidakjatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yangtak tegang terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya jugayahut, kalau jadi istriku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali!Istriku berbisik padaku,
"Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2laki-laki sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya sertanikmatnya pun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Lud ya,aku akan melayani Lud untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnyasupaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta." Aku menjawab,
"Boleh saja, Lud malam ini Hwa biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya."
"Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku", kata Lud.

Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Lud sedangpahanya di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang penis Lud laludigosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Lud diletakkan di buah dadaistriku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecupbibir istriku. Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampaisulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalahmempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnyadan penisku sambil digesek-gesek dengan betisnya. Lud kadang-kadangmemeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup keningdan bibir istriku dan tangan istriku pun mengusap-usap dadanya yangberbulu itu.

Kemudian Lud berkata padaku, "An, sebenarnya aku sudah lama tiapkali bertemu dengan Hwa, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam inijadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemanitidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Hwa danpenisku akan kusimpan dalam vaginanya sepanjang malam. Aku akanmemberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Hwa."
"Boleh Lud, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas", sahutku.
"Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebabMami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintukamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikutjuga", kata istriku. Setelah itu Lud bertanya pada istriku,
"Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?" Istriku menjawab,
"Aku selalu siap setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam iniaku benar-benar sehat makin mendapat semprotan mani semakin sehatrasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masihberada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Lud." Setelahitu Lud berdiri sambil membopong istriku dibawa masuk ke kamar danditidurkannya. Lud memanggilku untuk menemani istriku dulu karena diaakan ke toilet dulu, kesempatan itu kupakai untuk mencium dan mengecupbibirnya dan mengulangi pesanku,
"Mi jangan lupa kalau maninya lud disemprotkan ke dalam muluthati-hati jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau penisnyadimasukkan ke dalam lubang anusmu!"
"Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi", sahut istriku.
"Selamat menikmati penisnya Lud yang gede ya Mi, nanti Papi dibericeritanya ya!" kataku. Saat itu Lud sudah balik masuk kamar dan akududuk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adeganpermainan Lud dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka.

Lud naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudiandadanya yang penuh bulu digesek-gesekkan ke buah dada istriku sehinggaistriku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaituperut, dan vaginanya. Setelah itu Lud naik lagi lalu mulai menciumikening hidung dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku denganmengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampaiistriku meronta karena geli dan tangan istriku segera meraih penisnyayang selama ini menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek pahaistriku. Segera dipijit-pijitnya penis Lud dan kadang-kadang dikocokjuga serta kantung buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuatLud lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istriku sambiltangannya meremas-remas buah dadanya dengan harapan ada air susu yangkeluar.

Tapi walaupun buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalaudiperas. Penisnya dipermainkan oleh istriku tampak tegang dan panjangbanget, lalu Lud mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas divagina dan penisnya tepat di wajah istriku. Keduanya yang langsungberaksi, penisnya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidahseluruh bagian kepalanya yang nampak gempel besar itu sambil batangpenisnya dipijit terus oleh istriku dan dia terus mencucup clit danlubang vagina istriku. Kurang lebih 10 menit adegan ini lalu gantianLud yang tidur dan istriku yang duduk di atas penisnya tepat denganvaginanya. Kepala penisnya dimasukkan ke dalam vagina istriku lalumulai diputar pantatnya sehingga penisnya berputar dengan dipegangbibir vagina istriku sedang tangan Lud tetap meremas buah dada istriku.

Kira-kira sudah 10 menit lewat mani Lud tetap belum menyemprot danistriku juga belum klimaks, lalu oleh istriku mulai digoyang naik turunpantatnya kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat sehingga penisnyakeluar masuk vagina seperti dikocok dengan vagina. Dengan posisi inibaru 5 menit istriku klimaks dan dia diam terduduk di atas penis Luddengan vaginanya memijit penis. Setelah fit lagi digoyang lagi sampaiklimaks lagi istriku. Akhirnya istriku menarik Lud untuk duduk danistriku tetap duduk di penisnya dan kakinya diselonjorkan di antaratubuh Lud. Lalu Lud yang ganti menggoyangkan pantat istriku maju mundursambil kadang-kadang istriku ditidurkan ke belakang dan Lud tetapmendekapnya. Dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istriku sudahmengerang karena klimaks sampai 2 kali.

Bersambung ke bagian 03


Demikianlah Cerita Seru | Cerita Pesta Seks Aku, Istri dan Temanku 02, Semoga dapat Menghibur Anda. Jangan Ketinggalan Update Terbaru Cerita-Cerita Sru Lainnya di Dewasa17tahun.com.